Jumat, 21 Agustus 2026



Medan| Bandar Meriah News
-  Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Afif Nasution memastikan rumah warga yang rusak akibat puting beliung di Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, akan dibangun kembali secara menyeluruh menggunakan bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Kepastian itu disampaikan Bobby saat meninjau lokasi bencana di kawasan Kanal, Kelurahan Suka Maju, Jumat (21/08/2026) sore.


Menurut Bobby, bantuan untuk korban bencana tidak boleh hanya berupa sebagian material bangunan yang justru membebani warga untuk menambah biaya perbaikan sendiri.


Ia menilai skema bantuan yang hanya memberikan sebagian kebutuhan material tidak efektif karena mayoritas korban berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.


“Kalau bantuan musibah harus selesai. Jangan warga sudah kena musibah masih harus beli lagi kekurangannya. Yang rusak kita bangun, yang hancur kita bangun baru,” kata Bobby.


Dalam peninjauan tersebut, Bobby menemukan sejumlah warga sebelumnya menerima bantuan material bangunan yang tidak mencukupi kebutuhan perbaikan rumah.


Karena itu, Pemprov Sumut memutuskan mengambil alih penanganan dan memastikan rumah-rumah yang terdampak berat maupun kehilangan atap dapat diperbaiki secara tuntas.

Bobby juga meminta jajaran pemerintah menjadikan peristiwa tersebut sebagai evaluasi dalam penyaluran bantuan kebencanaan ke depan.


Menurutnya, bantuan bencana berbeda dengan bantuan stimulan reguler yang sifatnya hanya mendorong atau membantu sebagian kebutuhan masyarakat.


“Kalau bantuan reguler bisa sifatnya stimulan. Tapi kalau bantuan musibah harus bisa selesai semuanya,” ujarnya.


Sebelumnya, cuaca ekstrem disertai angin puting beliung menerjang Kelurahan Suka Maju dan Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor. Berdasarkan data BPBD Sumut sebanyak 167 unit rumah terkena dampak puting beliung.  


Dalam peninjauan tersebut Gubernur melihat langsung kondisi rumah yang rusak akibat bencana tersebut dan juga berdialog kepada warga yang terdampak. Selain memberikan bantuan bahan material, Gubernur juga memberikan bantuan sembako.(torong)

 


Medan | Bandar Meriah News
-  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan percepatan realisasi pembangunan fisik dan nonfisik di seluruh daerah, terutama untuk mengantisipasi kendala pelaksanaan pekerjaan akibat faktor cuaca menjelang akhir tahun.


Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumut terkait Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan DPRD Sumut tentang Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Sumut 2026. Dalam rapat tersebut juga disampaikan pendapat Gubernur terhadap Ranperda Perlindungan Konsumen dan Ranperda Kepemudaan, di Gedung Dewan, Jalan Imam Bonjol Nomor 02, Medan, Jumat (21/08/2026).


Rapat paripurna tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus beserta para Wakil Ketua, anggota DPRD Sumut, serta para pejabat pimpinan OPD Pemprov Sumut.


Di sela rapat paripurna, Bobby Nasution juga menyinggung aspirasi masyarakat terkait percepatan realisasi bantuan bidang kesejahteraan rakyat (Kesra) sesuai alokasi yang telah ditetapkan dalam Perda APBD 2026. Bantuan tersebut antara lain mencakup bantuan sosial (Bansos), bantuan rumah ibadah, organisasi kemasyarakatan, dan bantuan lainnya.


"Khususnya kepada Biro Kesra agar segera mempercepat realisasi anggarannya," ujar Bobby Nasution.


Usai rapat paripurna, Bobby kembali menegaskan pentingnya percepatan pembangunan fisik di seluruh daerah. Hal ini mengingat waktu telah mendekati September 2026 atau akhir triwulan III, sehingga capaian realisasi pembangunan menjadi catatan penting menjelang akhir tahun.


"Hari ini yang juga perlu kita percepat tentu pelaksanaan (pembangunan) fisik. Kenapa? Karena kita tidak ingin ada kendala nanti kalau menjelang akhir tahun. Walaupun sekarang kita bersyukur curah hujan belum terlalu tinggi, bahkan di beberapa daerah itu panas. Jadi jangan sampai nanti pengerjaan terkendala cuaca (musim hujan)," tegasnya.


Bobby Nasution mengatakan, percepatan pembangunan juga dilakukan melalui peninjauan langsung ke berbagai wilayah di Sumut. Bersama Wakil Gubernur Surya dan jajaran, dirinya saat ini tengah meninjau wilayah Kepulauan Nias untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif.


"Yang pasti kita rancang sebelum akhir tahun ini, akan berkantor di wilayah lainnya (setelah Kepulauan Nias)," katanya.


Selain Kepulauan Nias, Bobby menyebut dirinya bersama jajaran Pemprov Sumut akan berkantor di sejumlah wilayah lain, seperti Tabagsel, Pantai Timur, dan Dataran Tinggi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program pembangunan dapat dipantau dan berjalan sesuai target.


Sementara itu, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus mengapresiasi langkah Gubernur Bobby Nasution dalam mendorong percepatan pembangunan di seluruh daerah. Pihaknya berharap kesepakatan KUA-PPAS antara eksekutif dan legislatif segera dilanjutkan dengan pembahasan Ranperda P-APBD Sumut 2026 sesuai jadwal.(torong)





Padang Lawas Utara| Bandar Meriah News
- Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan, menjaga integritas serta mencegah keterlibatan personel dalam praktik judi online (judol) dan pelanggaran lainnya, Polres Padang Lawas Utara melaksanakan kegiatan Penegakan, Penertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap personel Polres Padang Lawas Utara.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Waka Polres Padang Lawas Utara Kompol D. Harahap, S.H., didampingi Kasi Propam Polres Padang Lawas Utara IPTU Zulkarnain Batubara bersama personel Sipropam.


Gaktibplin dilaksanakan di lingkungan Mako Polres Padang Lawas Utara setelah pelaksanaan apel pagi. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap telepon seluler (HP) milik personel, baik perwira, bintara.


Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan tidak adanya personel yang terlibat dalam aktivitas judi online maupun aktivitas digital lainnya yang dapat mencoreng citra dan nama baik institusi Polri.


Selain pemeriksaan HP, petugas Sipropam juga melakukan pemeriksaan terhadap sikap tampang, kerapian rambut, kelengkapan dan kerapian pakaian dinas, atribut serta kepatuhan personel terhadap ketentuan disiplin anggota Polri.


Waka Polres Padang Lawas Utara Kompol D. Harahap, S.H. menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pengawasan internal sekaligus upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk pelanggaran disiplin yang dapat dilakukan oleh personel.


“Pemeriksaan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh personel Polres Padang Lawas Utara senantiasa menjaga disiplin, integritas dan profesionalisme. Setiap anggota harus mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat serta menjauhi segala bentuk perjudian online,” tegasnya.


Sementara itu, Kasi Propam IPTU Zulkarnain Batubara bersama personel Sipropam melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap personel yang mengikuti kegiatan.


Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya indikasi maupun aplikasi judi online pada HP personel yang diperiksa. Namun, petugas masih menemukan beberapa pelanggaran disiplin ringan terkait sikap tampang dan kerapian personel.


Terhadap personel yang ditemukan melakukan pelanggaran ringan, Kasi Propam memberikan teguran serta tindakan disiplin di tempat dan mengarahkan personel yang bersangkutan untuk segera memperbaiki penampilan sesuai ketentuan yang berlaku.


Kegiatan Gaktibplin ini menjadi bagian dari komitmen Polres Padang Lawas Utara dalam membangun personel yang disiplin, berintegritas, profesional dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran.


Polres Padang Lawas Utara juga akan terus melaksanakan pengawasan secara rutin maupun mendadak sebagai upaya mencegah terjadinya pelanggaran serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


“Jaga disiplin, jauhi judi online, laksanakan tugas dengan penuh integritas dan jadilah teladan bagi masyarakat.”


(HUMAS POLRES PADANG LAWAS UTARA/Torong)

HUMAS POLRI OBJEKTIF, DIPERCAYA, DAN PARTISIPASI

  


Tebingtinggi| Bandar Mriah  News
- Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, mengajak para siswa untuk menerapkan budaya menabung sejak dini demi membangun masa depan yang lebih terencana. Pesan tersebut disampaikan Wali Kota saat membuka acara Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Kota Tebing Tinggi bertema "Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan" di halaman SMP Negeri 4 Tebing Tinggi, Jumat (21/08/2026).


Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya kedisiplinan mengelola uang saku, salah satunya melalui pemanfaatan Simpanan Pelajar (Simpel).


"Ini sangat penting dan harus diterapkan. Sisihkan uang jajan kalian untuk Simpel ini, seminggu sekali. Misalnya setiap hari sisihkan seribu rupiah, jadi setelah terkumpul baru ditabungkan," ujar Wali Kota.


Selain mengedukasi finansial, Wali Kota juga memberikan motivasi kepada peserta didik agar terus bersemangat menuntut ilmu, menjaga kesehatan, serta mendoakan kebaikan bagi kedua orang tua.


"Tetap jaga kesehatan, tetap semangat, selalu berdoa kepada Tuhan dan juga doakan orang tua kalian supaya diberi kesehatan, umur panjang dimudahkan segala urusan yang baik," kata Wali Kota.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Funding & Wealth Management PT Bank Sumut, Muhammad Sadli, menyampaikan apresiasinya atas kemitraan strategis yang terjalin erat dengan Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi dalam mendorong literasi keuangan daerah.


"Kami berterima kasih kepada Pemko Tebing Tinggi atas kepercayaannya menjadikan Bank Sumut sebagai mitra transaksi keuangan. Semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin demi kemajuan masyarakat, khususnya di Kota Tebing Tinggi," tutur Sadli.


Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdako Tebing Tinggi, Safaruddin, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya menabung sejak dini, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.


"Kegiatan ini diikuti sekitar 1.200 peserta yang terdiri dari guru serta pelajar SMP negeri dan swasta se-Kota Tebing Tinggi, dengan dukungan sumber dana keseluruhan dari PT Bank Sumut," jelas Safaruddin.


Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan buku tabungan Simpel secara simbolis oleh Wali Kota kepada perwakilan siswa, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Erwin Suheri Damanik, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Reza Aghista, Kaban Kesbangpol Ramadhan Barqah Pulungan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Deni Saragih, Camat Tebing Tinggi Kota Henci br Siregar, Lurah Rambung Rezi Triandi, serta tamu undangan lainnya dan tim peliputan Diskominfo.(fit)

Kamis, 20 Agustus 2026

  


Langkat | Bandar Meriah  News
- Dalam upaya memastikan pelayanan kesehatan optimal bagi personel, Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., melaksanakan kunjungan ke Klinik Polres Langkat pada Kamis (20/08/2026). 


Didampingi Kasat Samapta, AKP M. Syafril Sinaga, S.H., dan P.S Kasi Humas IPTU M Siregar, Kapolres meninjau fasilitas kesehatan serta berdialog langsung dengan tenaga medis.


Kunjungan ini sekaligus menjadi momen Kapolres untuk memberikan perhatian khusus kepada dua anggota Polres Langkat yang sedang berjuang melawan penyakit menahun. 


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Hannry P.H. Tambunan, menyampaikan rasa empati dan dukungannya, serta memberikan motivasi kepada para anggota untuk tetap semangat menjalani pengobatan.


“Kesejahteraan dan kesehatan anggota adalah prioritas kami. Kami berkomitmen memastikan mereka mendapatkan penanganan medis terbaik, baik melalui fasilitas klinik maupun rujukan ke rumah sakit yang lebih lengkap,” ujar Kapolres.


Kapolres juga menginstruksikan kepada personel Klinik Polres untuk senantiasa meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memantau kondisi anggota yang memerlukan perhatian khusus. “Klinik ini harus menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan bagi seluruh personel Polres Langkat,” tambahnya.


Kunjungan ini mencerminkan kepedulian pimpinan Polres langkat terhadap kesehatan dan kesejahteraan anggotanya, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Dengan perhatian seperti ini, diharapkan seluruh anggota Polres Langkat dapat melaksanakan tugas mereka dengan kondisi kesehatan yang prima.


Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Polisi Langkat Garuda Ksatria, yang diinisiasi oleh Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.”


Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus berkomitmen menghadirkan sosok Polri yang humanis, responsif, serta dekat dengan masyarakat.(ros)






Medan | Bandar Meriah News 
- Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution  mengalokasikan bantuan permodalan senilai Rp50 miliar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun depan. Program tersebut disiapkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan sekaligus mendukung target nasional menciptakan 10 juta wirausaha baru.


Hal itu disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium USU, Medan, Kamis (20/08/2026). Turut hadir Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, Rektor USU Prof Muryanto Amin, ratusan pelaku UMKM, mahasiswa, serta sejumlah pejabat.


Pada kegiatan bertema "Berani Mulai, Bertumbuh, dan Siap Berdampak" tersebut, Bobby Nasution mengatakan Sumatera Utara memiliki sekitar 1,4 juta unit UMKM dengan rasio kewirausahaan mencapai 4,1% berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Sumut. Dari jumlah itu, 98,9% merupakan usaha mikro dan kecil.


"Angkatan kerja kita sebesar 8 juta lebih (data BPS Sumut 8,16 juta orang), dan dari jumlah itu sekitar 5% belum masuk dunia kerja atau usaha. Dan ini PR (pekerjaan rumah) kami. Makanya dengan program peningkatan dan pengembangan UMKM ini, berbagai pihak turut serta mendorong upaya menyejahterakan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, tentu kami sangat berterima kasih. Karena upaya ini memang butuh kolaborasi bersama," katanya.


Menurut Bobby Nasution, sektor kuliner dan pariwisata menjadi kekuatan utama Sumatera Utara yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berkomitmen memberikan dukungan, terutama dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha.


"Kalau kuliner kita memang hanya dua pilihan, enak atau enak kali. Namun memang dalam perkembangannya, sebagian besar tuntutannya adalah permodalan. Makanya seperti Bank Sumut, kami sudah salurkan bantuan usaha dengan bunga sangat ringan. Termasuk tahun depan rencananya kita akan kucurkan Rp50 miliar bantuan usaha untuk UMKM," jelasnya, yang disambut senyum dan tepuk tangan ratusan pelaku UMKM.


Selain akses pembiayaan, Bobby Nasution menegaskan pelaku UMKM juga membutuhkan pelatihan dan pembinaan melalui program inkubasi usaha. Pembinaan tersebut mencakup manajemen usaha, konsultasi bisnis, fasilitasi pembiayaan, hingga promosi produk agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.


Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi komitmen Gubernur Bobby Nasution dalam memperkuat sektor UMKM di Sumatera Utara. Menurutnya, Kementerian UMKM tengah menjalankan Program Kesejahteraan Rakyat (Prokesra) Produktif sebagai strategi nasional untuk memperkuat sistem kewirausahaan.


"Jadi program ini memberikan pelatihan hingga membantu akses pembiayaan bagi masyarakat. Dan yang terpenting adalah bagaimana pelaku UMKM bisa memanajemen keuangannya dengan baik. Modal usaha tidak bisa dipakai ke tempat lain, harus fokus. Tetapi yang bisa itu adalah margin-nya atau keuntungan yang kita kategorikan sebagai gaji. Memang kesannya kurang cocok dari segi pendekatan sosial. Tetapi kalau kita berpandangan ke depan untuk kesejahteraan, memang harus serius pengelolaannya," sebutnya.


Maman berharap USU bersama seluruh pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM, sehingga semakin banyak usaha mikro dan kecil yang mampu naik kelas dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Daerah.(torong)


Rabu, 19 Agustus 2026

 



Padang Lawas Utara | Bandar Meriah News
- Polres Padang Lawas Utara melaksanakan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait informasi yang beredar mengenai aktivitas pengambilan batu dari aliran sungai serta pendirian mesin stone crusher yang diduga belum memiliki perizinan di Desa Sipiongot Julu, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara, Rabu (19/08/2026).


Kegiatan pengecekan dipimpin langsung oleh Kapolres Padang Lawas Utara AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., bersama Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam serta personel Polres Padang Lawas Utara.


Dari hasil pengecekan di lokasi, petugas Tidak menemukan Adanya aktivitas pengambilan batu yang sejak dari satu bulan lalu setelah dilakukan pengecekan pertama.


Berdasarkan pengecekan dan informasi yang di dapat dari warga sekitar memang benar bahwa sudah lama alat tersebut tidak beroprasi, setelah melakukan konfirmasi bahwasanya benar sudah lama tidak beroprasi dikarenakan menunggu ijin resmi untuk bisa beroprasi kembali.


Kegiatan pengecekan di lokasi berjalan dengan aman dan lancar, Polres Padang Lawas Utara tentunya tetap melakukan pantauan terhadap lokasi tersebut serta memberikan himbauan kepada pihak pengelola agar benar2 menghentikan seluruh aktivitas pengambilan batu dan pengoperasian stone crusher sampai perizinan dari instansi yang berwenang terpenuhi.


Kapolres Padang Lawas Utara menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam melakukan pengawasan dan penertiban terhadap kegiatan pertambangan atau galian C yang berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan serta Respon cepat atas informasi masyarakat.(Humas Padang Lawas Utara/Torong)


  



Samosir| Bandar Meriah News 
- Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., mengecek langsung pelaksanaan bakti kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu(19/08/2026).


Kehadiran Kapolda Sumut tersebut untuk memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan jajaran Polda Sumut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya warga di wilayah perdesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.


Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol hingga pemeriksaan gigi. Kegiatan ini menyasar sekitar 70 warga Desa Maduma, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.


Kasubid Kesehatan Kepolisian Bidang Dokkes Polda Sumut AKBP Andrean Lesmana mengatakan, bakti kesehatan tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat sekaligus upaya mendekatkan akses layanan kesehatan hingga ke wilayah perdesaan.


“Hari ini, kami melakukan bakti sosial dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan memberikan pengobatan kepada masyarakat di wilayah ini,” ujar Andrean di Samosir.


Menurut Andrean, pemeriksaan kesehatan tersebut penting dilakukan untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan secara dini. Terlebih, kondisi geografis wilayah pegunungan menjadi salah satu tantangan bagi sebagian masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan.


Dari pemeriksaan yang dilakukan, sejumlah keluhan yang ditemukan di antaranya berkaitan dengan tekanan darah dan gangguan pernapasan. Warga yang diketahui memiliki riwayat atau indikasi penyakit tertentu akan diarahkan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut melalui fasilitas kesehatan rujukan.


“Pemeriksaan kesehatan itu juga bertujuan menjangkau masyarakat yang sulit mendapatkan pelayanan kesehatan seperti di desa ini, agar warga tetap dapat memantau kondisi kesehatannya,” katanya.


Andrean menjelaskan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihaknya dapat mengarahkan untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan di RS Bhayangkara Medan maupun rumah sakit lainnya sesuai kebutuhan medis.


Bakti kesehatan tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di 17 provinsi di Indonesia. Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperluas dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.


Sementara itu, salah seorang warga Desa Maduma, Siska Turnip, menyambut baik kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Polda Sumut. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat desa untuk mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.


“Ini sangat membantu kami sebagai masyarakat desa karena bisa memeriksakan kesehatan secara gratis dan mengetahui kondisi kesehatan,” ujar Siska.


Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut diharapkan dapat membantu warga Desa Maduma mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.(panji)



 Samosir|Bandar Meriah News   - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyiapkan lahan seluas 6,16 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten untuk mendukung program percepatan swasembada bawang putih nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Utara.


Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumut Kombes Pol Afriadi Lemana mengatakan, lahan tersebut berada di sembilan wilayah kepolisian resor (polres) yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan komoditas bawang putih.


“Lahan itu tersebar di sembilan kepolisian resor yang ada di Sumatera Utara,” ujar Afriadi di Samosir, Rabu (19/08/2026).


Sembilan wilayah tersebut meliputi Polres Mandailing Natal, Polres Karo, Polres Deli Serdang, Polres Samosir, Polres Humbang Hasundutan, Polres Simalungun, Polres Toba, Polres Dairi, dan Polres Tapanuli Utara.


Afriadi menjelaskan, pemilihan wilayah penanaman mempertimbangkan kondisi geografis yang mendukung pertumbuhan bawang putih. Salah satu faktor utamanya adalah ketinggian wilayah yang berada di sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).


Adapun bibit yang digunakan dalam program tersebut terdiri atas tiga varietas, yakni Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, dan Sangga Sembalun.


“Bibit bawang yang ditanam tersebut merupakan jenis varietas Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, dan Sangga Sembalun,” katanya.


Dalam pelaksanaannya, Polda Sumut menggandeng 10 kelompok tani dan masyarakat pemilik lahan, serta berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses budidaya berjalan optimal sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.


“Kami siap mendukung program pemerintah dalam percepatan swasembada, khususnya bawang putih,” ujar Afriadi.


Menurutnya, optimalisasi lahan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bawang putih dan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya para petani yang terlibat dalam program tersebut.


Afriadi menambahkan, hasil panen yang ditargetkan pada November 2026 akan diprioritaskan untuk mendukung ketersediaan bibit bagi penanaman berikutnya. Dengan skema tersebut, hasil budidaya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan penanaman bawang putih secara berkelanjutan.


“Panen yang ditargetkan pada November 2026 akan diprioritaskan sebagai sumber bibit untuk penanaman kembali sehingga cakupan produktivitas dapat diperluas,” katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom mengatakan, petani yang terlibat dalam program tersebut mendapatkan dukungan berupa bibit bawang putih, sarana pertanian, pupuk, serta pendampingan untuk meningkatkan keberhasilan budidaya.


“Setelah berhasil, petani sudah memiliki pasar karena hasilnya dibeli langsung oleh Kementerian Pertanian menggunakan dana APBN. Bibit bawang putih juga akan dikembalikan untuk ditanam kembali selama dua tahun,” katanya.


Program penanaman bawang putih tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pengembangan komoditas bawang putih secara berkelanjutan di Sumatera Utara. 


Melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat, lahan yang tersedia diharapkan dapat terus dioptimalkan untuk mendukung target swasembada bawang putih nasional.(panji)


 


Deli Serdang| Bandar Meriah News - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution meluncurkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) di Terminal Lubukpakam, Jalan Lintas Medan-Tanjung Morawa, Rabu (19/08/2026).


Peluncuran ini menjadi tahap awal pengoperasian BRT Mebidang yang ditujukan untuk memperkuat transportasi umum di kawasan metropolitan Medan, Binjai, dan Deli Serdang sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.


Bobby menegaskan, penyediaan transportasi umum merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, tingginya penggunaan kendaraan pribadi juga menunjukkan belum optimalnya layanan transportasi publik.


“Pemerintah sebenarnya menyiapkan transportasi umum. Jangan digeser perannya,” kata Bobby dalam peluncuran tersebut.


Karena itu, Bobby meminta program BRT Mebidang tidak berhenti pada peluncuran armada, tetapi dilanjutkan dengan integrasi seluruh layanan transportasi di kawasan Mebidang.


Ia menargetkan sistem pembayaran terintegrasi dapat diterapkan sehingga penumpang cukup membayar sekali meski harus berganti bus atau koridor.


“Jadi kita inginnya mau ke Binjai, mau ke Deli Serdang maupun ke mana pun, bayarnya sekali saja. Nanti masalah pindah-pindah bus karena mungkin koridornya berbeda-beda,” ujarnya.


Bobby juga meminta integrasi tersebut mulai terlihat pada 2027. Dengan sistem itu, masyarakat dari Deli Serdang menuju Medan atau Binjai tidak perlu kembali membayar ketika berpindah layanan sepanjang perjalanan.


“Walaupun harus turun bus, tapi enggak perlu bayar lagi. Sama seperti Busway,” katanya.


BRT Mebidang saat ini memasuki tahap uji coba dengan dua unit bus listrik. Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yudha P Setiawan mengatakan jumlah armada akan ditambah secara bertahap hingga mencapai 30 bus listrik pada 8 Desember 2026.


Dari total tersebut, 13 bus akan melayani Koridor 1 Teladan-Terminal Lubukpakam, 14 bus untuk Koridor 2 Simpang Barat-Binjai, sedangkan tiga unit disiapkan sebagai armada cadangan.


Layanan tersebut menggunakan skema Buy The Service (BTS), dengan pemerintah membayar operasional berdasarkan jarak tempuh dan standar pelayanan minimum. 


Skema ini membuat pengemudi tidak perlu mengejar jumlah penumpang, tetapi berfokus pada ketepatan waktu, keselamatan, dan kenyamanan.


Selama masa uji coba, masyarakat dapat menggunakan BRT Mebidang secara gratis. Setelah beroperasi penuh, tarif yang ditetapkan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 untuk kategori khusus seperti pelajar, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.

Selain armada, sebanyak 121 titik pemberhentian baru akan dibangun. Rinciannya 68 titik pada lintasan Teladan-Terminal Lubukpakam dan 53 titik pada lintasan Simpang Barat-Binjai.


Pemprov Sumut juga meluncurkan aplikasi Trans-Sumut untuk membantu masyarakat mengecek rute, memantau posisi bus secara real-time, serta melakukan pendaftaran tarif khusus.


Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Muiz Thohir mengatakan BRT Mebidang merupakan salah satu proyek percontohan pengembangan transportasi publik bersama kawasan Bandung Raya.

Ia menyebut kemacetan menjadi salah satu alasan pengembangan transportasi publik perlu dipercepat. Berdasarkan data TomTom Traffic Index yang disampaikannya, tingkat kemacetan Medan mencapai 54,02 persen.


“Pembangunan BRT bukan semata proyek infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat, produktivitas ekonomi, serta masa depan perkotaan yang lebih hijau,” kata Muiz.


Pengelolaan BRT Mebidang selanjutnya juga akan diarahkan menuju badan usaha milik daerah (BUMD) bersama yang melibatkan Pemprov Sumut, Pemko Medan, Pemko Binjai, dan Pemkab Deli Serdang.


Bobby berharap kolaborasi tersebut mampu menjadikan transportasi umum sebagai pilihan utama masyarakat Mebidang dan menjadi salah satu penanda kawasan tersebut berkembang sebagai kawasan metropolitan.(torong)

Diberdayakan oleh Blogger.