Kamis, 20 Agustus 2026

  


Langkat | Bandar Meriah  News
- Dalam upaya memastikan pelayanan kesehatan optimal bagi personel, Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., melaksanakan kunjungan ke Klinik Polres Langkat pada Kamis (20/08/2026). 


Didampingi Kasat Samapta, AKP M. Syafril Sinaga, S.H., dan P.S Kasi Humas IPTU M Siregar, Kapolres meninjau fasilitas kesehatan serta berdialog langsung dengan tenaga medis.


Kunjungan ini sekaligus menjadi momen Kapolres untuk memberikan perhatian khusus kepada dua anggota Polres Langkat yang sedang berjuang melawan penyakit menahun. 


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Hannry P.H. Tambunan, menyampaikan rasa empati dan dukungannya, serta memberikan motivasi kepada para anggota untuk tetap semangat menjalani pengobatan.


“Kesejahteraan dan kesehatan anggota adalah prioritas kami. Kami berkomitmen memastikan mereka mendapatkan penanganan medis terbaik, baik melalui fasilitas klinik maupun rujukan ke rumah sakit yang lebih lengkap,” ujar Kapolres.


Kapolres juga menginstruksikan kepada personel Klinik Polres untuk senantiasa meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memantau kondisi anggota yang memerlukan perhatian khusus. “Klinik ini harus menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan bagi seluruh personel Polres Langkat,” tambahnya.


Kunjungan ini mencerminkan kepedulian pimpinan Polres langkat terhadap kesehatan dan kesejahteraan anggotanya, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Dengan perhatian seperti ini, diharapkan seluruh anggota Polres Langkat dapat melaksanakan tugas mereka dengan kondisi kesehatan yang prima.


Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Polisi Langkat Garuda Ksatria, yang diinisiasi oleh Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.”


Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus berkomitmen menghadirkan sosok Polri yang humanis, responsif, serta dekat dengan masyarakat.(ros)

Rabu, 19 Agustus 2026

 



Padang Lawas Utara | Bandar Meriah News
- Polres Padang Lawas Utara melaksanakan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait informasi yang beredar mengenai aktivitas pengambilan batu dari aliran sungai serta pendirian mesin stone crusher yang diduga belum memiliki perizinan di Desa Sipiongot Julu, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara, Rabu (19/08/2026).


Kegiatan pengecekan dipimpin langsung oleh Kapolres Padang Lawas Utara AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., bersama Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam serta personel Polres Padang Lawas Utara.


Dari hasil pengecekan di lokasi, petugas Tidak menemukan Adanya aktivitas pengambilan batu yang sejak dari satu bulan lalu setelah dilakukan pengecekan pertama.


Berdasarkan pengecekan dan informasi yang di dapat dari warga sekitar memang benar bahwa sudah lama alat tersebut tidak beroprasi, setelah melakukan konfirmasi bahwasanya benar sudah lama tidak beroprasi dikarenakan menunggu ijin resmi untuk bisa beroprasi kembali.


Kegiatan pengecekan di lokasi berjalan dengan aman dan lancar, Polres Padang Lawas Utara tentunya tetap melakukan pantauan terhadap lokasi tersebut serta memberikan himbauan kepada pihak pengelola agar benar2 menghentikan seluruh aktivitas pengambilan batu dan pengoperasian stone crusher sampai perizinan dari instansi yang berwenang terpenuhi.


Kapolres Padang Lawas Utara menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam melakukan pengawasan dan penertiban terhadap kegiatan pertambangan atau galian C yang berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan serta Respon cepat atas informasi masyarakat.(Humas Padang Lawas Utara/Torong)


  



Samosir| Bandar Meriah News 
- Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., mengecek langsung pelaksanaan bakti kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu(19/08/2026).


Kehadiran Kapolda Sumut tersebut untuk memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan jajaran Polda Sumut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya warga di wilayah perdesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.


Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol hingga pemeriksaan gigi. Kegiatan ini menyasar sekitar 70 warga Desa Maduma, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.


Kasubid Kesehatan Kepolisian Bidang Dokkes Polda Sumut AKBP Andrean Lesmana mengatakan, bakti kesehatan tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat sekaligus upaya mendekatkan akses layanan kesehatan hingga ke wilayah perdesaan.


“Hari ini, kami melakukan bakti sosial dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan memberikan pengobatan kepada masyarakat di wilayah ini,” ujar Andrean di Samosir.


Menurut Andrean, pemeriksaan kesehatan tersebut penting dilakukan untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan secara dini. Terlebih, kondisi geografis wilayah pegunungan menjadi salah satu tantangan bagi sebagian masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan.


Dari pemeriksaan yang dilakukan, sejumlah keluhan yang ditemukan di antaranya berkaitan dengan tekanan darah dan gangguan pernapasan. Warga yang diketahui memiliki riwayat atau indikasi penyakit tertentu akan diarahkan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut melalui fasilitas kesehatan rujukan.


“Pemeriksaan kesehatan itu juga bertujuan menjangkau masyarakat yang sulit mendapatkan pelayanan kesehatan seperti di desa ini, agar warga tetap dapat memantau kondisi kesehatannya,” katanya.


Andrean menjelaskan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihaknya dapat mengarahkan untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan di RS Bhayangkara Medan maupun rumah sakit lainnya sesuai kebutuhan medis.


Bakti kesehatan tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di 17 provinsi di Indonesia. Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperluas dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.


Sementara itu, salah seorang warga Desa Maduma, Siska Turnip, menyambut baik kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Polda Sumut. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat desa untuk mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.


“Ini sangat membantu kami sebagai masyarakat desa karena bisa memeriksakan kesehatan secara gratis dan mengetahui kondisi kesehatan,” ujar Siska.


Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut diharapkan dapat membantu warga Desa Maduma mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.(panji)



 Samosir|Bandar Meriah News   - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyiapkan lahan seluas 6,16 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten untuk mendukung program percepatan swasembada bawang putih nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Utara.


Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumut Kombes Pol Afriadi Lemana mengatakan, lahan tersebut berada di sembilan wilayah kepolisian resor (polres) yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan komoditas bawang putih.


“Lahan itu tersebar di sembilan kepolisian resor yang ada di Sumatera Utara,” ujar Afriadi di Samosir, Rabu (19/08/2026).


Sembilan wilayah tersebut meliputi Polres Mandailing Natal, Polres Karo, Polres Deli Serdang, Polres Samosir, Polres Humbang Hasundutan, Polres Simalungun, Polres Toba, Polres Dairi, dan Polres Tapanuli Utara.


Afriadi menjelaskan, pemilihan wilayah penanaman mempertimbangkan kondisi geografis yang mendukung pertumbuhan bawang putih. Salah satu faktor utamanya adalah ketinggian wilayah yang berada di sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).


Adapun bibit yang digunakan dalam program tersebut terdiri atas tiga varietas, yakni Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, dan Sangga Sembalun.


“Bibit bawang yang ditanam tersebut merupakan jenis varietas Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, dan Sangga Sembalun,” katanya.


Dalam pelaksanaannya, Polda Sumut menggandeng 10 kelompok tani dan masyarakat pemilik lahan, serta berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses budidaya berjalan optimal sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.


“Kami siap mendukung program pemerintah dalam percepatan swasembada, khususnya bawang putih,” ujar Afriadi.


Menurutnya, optimalisasi lahan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bawang putih dan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya para petani yang terlibat dalam program tersebut.


Afriadi menambahkan, hasil panen yang ditargetkan pada November 2026 akan diprioritaskan untuk mendukung ketersediaan bibit bagi penanaman berikutnya. Dengan skema tersebut, hasil budidaya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan penanaman bawang putih secara berkelanjutan.


“Panen yang ditargetkan pada November 2026 akan diprioritaskan sebagai sumber bibit untuk penanaman kembali sehingga cakupan produktivitas dapat diperluas,” katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom mengatakan, petani yang terlibat dalam program tersebut mendapatkan dukungan berupa bibit bawang putih, sarana pertanian, pupuk, serta pendampingan untuk meningkatkan keberhasilan budidaya.


“Setelah berhasil, petani sudah memiliki pasar karena hasilnya dibeli langsung oleh Kementerian Pertanian menggunakan dana APBN. Bibit bawang putih juga akan dikembalikan untuk ditanam kembali selama dua tahun,” katanya.


Program penanaman bawang putih tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pengembangan komoditas bawang putih secara berkelanjutan di Sumatera Utara. 


Melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat, lahan yang tersedia diharapkan dapat terus dioptimalkan untuk mendukung target swasembada bawang putih nasional.(panji)


 


Deli Serdang| Bandar Meriah News - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution meluncurkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) di Terminal Lubukpakam, Jalan Lintas Medan-Tanjung Morawa, Rabu (19/08/2026).


Peluncuran ini menjadi tahap awal pengoperasian BRT Mebidang yang ditujukan untuk memperkuat transportasi umum di kawasan metropolitan Medan, Binjai, dan Deli Serdang sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.


Bobby menegaskan, penyediaan transportasi umum merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, tingginya penggunaan kendaraan pribadi juga menunjukkan belum optimalnya layanan transportasi publik.


“Pemerintah sebenarnya menyiapkan transportasi umum. Jangan digeser perannya,” kata Bobby dalam peluncuran tersebut.


Karena itu, Bobby meminta program BRT Mebidang tidak berhenti pada peluncuran armada, tetapi dilanjutkan dengan integrasi seluruh layanan transportasi di kawasan Mebidang.


Ia menargetkan sistem pembayaran terintegrasi dapat diterapkan sehingga penumpang cukup membayar sekali meski harus berganti bus atau koridor.


“Jadi kita inginnya mau ke Binjai, mau ke Deli Serdang maupun ke mana pun, bayarnya sekali saja. Nanti masalah pindah-pindah bus karena mungkin koridornya berbeda-beda,” ujarnya.


Bobby juga meminta integrasi tersebut mulai terlihat pada 2027. Dengan sistem itu, masyarakat dari Deli Serdang menuju Medan atau Binjai tidak perlu kembali membayar ketika berpindah layanan sepanjang perjalanan.


“Walaupun harus turun bus, tapi enggak perlu bayar lagi. Sama seperti Busway,” katanya.


BRT Mebidang saat ini memasuki tahap uji coba dengan dua unit bus listrik. Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yudha P Setiawan mengatakan jumlah armada akan ditambah secara bertahap hingga mencapai 30 bus listrik pada 8 Desember 2026.


Dari total tersebut, 13 bus akan melayani Koridor 1 Teladan-Terminal Lubukpakam, 14 bus untuk Koridor 2 Simpang Barat-Binjai, sedangkan tiga unit disiapkan sebagai armada cadangan.


Layanan tersebut menggunakan skema Buy The Service (BTS), dengan pemerintah membayar operasional berdasarkan jarak tempuh dan standar pelayanan minimum. 


Skema ini membuat pengemudi tidak perlu mengejar jumlah penumpang, tetapi berfokus pada ketepatan waktu, keselamatan, dan kenyamanan.


Selama masa uji coba, masyarakat dapat menggunakan BRT Mebidang secara gratis. Setelah beroperasi penuh, tarif yang ditetapkan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 untuk kategori khusus seperti pelajar, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.

Selain armada, sebanyak 121 titik pemberhentian baru akan dibangun. Rinciannya 68 titik pada lintasan Teladan-Terminal Lubukpakam dan 53 titik pada lintasan Simpang Barat-Binjai.


Pemprov Sumut juga meluncurkan aplikasi Trans-Sumut untuk membantu masyarakat mengecek rute, memantau posisi bus secara real-time, serta melakukan pendaftaran tarif khusus.


Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Muiz Thohir mengatakan BRT Mebidang merupakan salah satu proyek percontohan pengembangan transportasi publik bersama kawasan Bandung Raya.

Ia menyebut kemacetan menjadi salah satu alasan pengembangan transportasi publik perlu dipercepat. Berdasarkan data TomTom Traffic Index yang disampaikannya, tingkat kemacetan Medan mencapai 54,02 persen.


“Pembangunan BRT bukan semata proyek infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat, produktivitas ekonomi, serta masa depan perkotaan yang lebih hijau,” kata Muiz.


Pengelolaan BRT Mebidang selanjutnya juga akan diarahkan menuju badan usaha milik daerah (BUMD) bersama yang melibatkan Pemprov Sumut, Pemko Medan, Pemko Binjai, dan Pemkab Deli Serdang.


Bobby berharap kolaborasi tersebut mampu menjadikan transportasi umum sebagai pilihan utama masyarakat Mebidang dan menjadi salah satu penanda kawasan tersebut berkembang sebagai kawasan metropolitan.(torong)

  

 


Medan | Bandar Meriah News- Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Sebanyak 25 ton bantuan kemanusiaan diberangkatkan Polda Sumut untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).


Pelepasan bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Utara, para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut serta jajaran Bhayangkari Sumut, Selasa (18/08/2026).


Bantuan kemanusiaan tersebut diangkut menggunakan lima unit truk untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana di NTT. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar Polda Sumut terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam.


Kapolda Sumut melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban serta keluarga yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.


“Atas nama keluarga besar Polda Sumatera Utara, kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana alam gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Kami turut berduka cita atas jatuhnya korban dalam musibah ini,” ujar Kombes Ferry menyampaikan pesan Kapolda Sumut.


Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah merupakan bagian dari semangat kemanusiaan yang harus terus dijaga. Karena itu, Polda Sumut bersama Bhayangkari dan seluruh pihak yang berkontribusi berupaya memberikan bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak.


“Semoga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada masyarakat yang mengalami luka-luka, semoga diberikan kesembuhan, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” katanya.


Ferry menjelaskan, bantuan sebanyak 25 ton yang diberangkatkan tersebut merupakan bantuan tahap pertama dari Polda Sumut untuk masyarakat terdampak bencana di NTT.


Polda Sumut, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan memberikan bantuan lanjutan apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan dukungan. Pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat terdampak untuk menentukan langkah berikutnya.


“Bantuan yang kita berangkatkan hari ini merupakan bantuan pertama. Apabila nantinya berdasarkan kebutuhan di lapangan masih diperlukan bantuan tambahan, tentu akan kami siapkan bantuan kedua maupun bantuan lanjutan. Prinsipnya, Polda Sumut akan terus berupaya hadir dan memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak,” jelasnya.


Ia menambahkan, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat dalam masa tanggap darurat, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan moril agar para korban dapat segera bangkit dan kembali menata kehidupan mereka.


“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata, meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit, serta membantu masyarakat terdampak untuk bangkit dan kembali menata kehidupan dengan lebih baik,” pungkasnya.


Pelepasan bantuan ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat Presisi dan kepedulian kemanusiaan Polri, bahwa kehadiran kepolisian tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian serta aksi nyata ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.(panji)

Selasa, 18 Agustus 2026

 



Paluta | Bandar Meriah News
- Satuan Reserse Narkoba Polres Padang Lawas Utara (Paluta) berhasil mengungkap 5 kasus tindak pidana narkotika dalam kurun waktu delapan hari sejak diresmikannya Polres Paluta  pada 7 Agustus 2026.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 5 orang tersangka, seluruhnya laki-laki, serta barang bukti berupa 22,77 gram narkotika jenis sabu dan 17 butir ekstasi.

Selain narkotika, turut diamankan 4 unit handphone, 1 unit sepeda motor, 1 unit timbangan elektrik, uang tunai sebesar Rp302.000, serta sejumlah barang bukti pendukung lainnya.

Dari keseluruhan barang bukti narkotika yang berhasil diamankan, diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 180 jiwa dari penyalahgunaan narkotika.

HASIL PENGUNGKAPAN

Dari lima kasus tersebut, Satresnarkoba Polres Paluta  mengamankan 5 orang Tersangka, seluruhnya Laki-laki, 22,77 gram sabu,17 butir ekstasi,4 unit handphone,1 unit sepeda motor,,1 unit timbangan elektrik,Uang tunai Rp302.000,Sejumlah barang bukti pendukung lainnya.

ANCAMAN HUKUMAN

Atas perbuatannya, para tersangka terancam pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda paling banyak Rp8 miliar, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun demikian, hukuman terhadap para tersangka belum dapat dipastikan sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum, karena proses hukum masih berjalan.

Kapolres Paluta  menegaskan bahwa jajaran Polres Padang Lawas Utara akan terus berkomitmen memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya.

“Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polres Paluta  dalam memerangi peredaran narkotika. Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku peredaran narkoba dan akan terus melakukan upaya penegakan hukum serta pencegahan demi menyelamatkan generasi muda,” tegas Kapolres Paluta.

Polres Paluta  juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika..(Humas Polres Padang Lawas Utara/Torong)


 


Tebingtinggi | Bandar Meriah  News - Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menegaskan kepada para Camat, dan kepala sekolah agar bekerja sesuai aturan yang berlaku dengan menjunjung tinggi inovasi, sikap adaptif, dan integritas. 


Pesan tersebut disampaikan Wali Kota dalam Arahan Terkait Program Indonesia Pintar (PIP) sekaligus Penyerahan Surat Keputusan (SK) PIP Kepada Kepala SD dan SMP se-Kota Tebing Tinggi di Ruang Aula Gedung Balai Kota, Jalan Dr. Sutomo, Selasa (18/08/2026).


"Saya tidak mau ada yang aneh-aneh. Saya juga tidak ingin ada yang jual beli jabatan. Ini ladang pengabdian saya. Saya ingin Bapak, Ibu bekerja untuk masyarakat. Tunjukkan inovasi, lebih adaptif kepada murid dan orang tua. Tunjukkan integritas," tegas Iman Irdian di hadapan para peserta acara.


Wali Kota menjelaskan bahwa bantuan PIP ini merupakan program bantuan pemerintah pusat yang terealisasi berkat jalur aspirasi Komisi X DPR RI yang hadir di Kota Tebing Tinggi beberapa waktu lalu, khususnya dukungan dari dr. Sofyan Tan.


"Saya memohon, datanglah ke kota kami, bantu kampung halaman kami. Alhamdulillah mereka bisa membantu untuk revitalisasi bangunan yang SD dan juga bantuan PIP-nya. Ini juga aspirasi dari Bapak dr. Sofyan Tan, setiap tahunnya dibantu beliau kepada kita," ungkap Wali Kota. 


Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Tebing Tinggi, Muhammad Deni Saragih, melaporkan bahwa total penerima bantuan sosial PIP tingkat SD dan SMP se-Kota Tebing Tinggi mencapai 2.904 siswa.


"Rinciannya terdiri dari 2.496 siswa SD dengan nominal Rp450 ribu per siswa, serta 408 siswa SMP sebesar Rp750 ribu per siswa. Total dana alokasi yang disalurkan mencapai Rp1.429.200.000," jelas Deni.


Deni mengimbau para kepala sekolah untuk aktif mendata siswa kurang mampu yang belum tersentuh bantuan agar tercipta pemerataan akses pendidikan. Persyaratan pendaftaran dapat dikoordinasikan langsung melalui Person in Charge (PIC) Disdikbud Kota Tebing Tinggi.


"Bantuan PIP adalah progam nasional untuk membantu para siswa kita kurang mampu, supaya mereka mendapatkan pendidikan yang merata dengan yang mampu. Semoga bantuan PIP dapat bermanfaat bagi para siswa yang membutuhkannya," pungkas Deni.


Rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan SK PIP secara simbolis oleh Wali Kota kepada perwakilan kepala sekolah, dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama. 


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Erwin Suheri Damanik, jajaran Camat, Kepala Bagian Setdako, serta para Kepala SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Tebing Tinggi.(fit)

Senin, 17 Agustus 2026

 


Medan | Bandar Meriah News
- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi harus diisi dengan kerja nyata agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan Sumut yang maju sekaligus berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.


Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution di hadapan para Konsul Jenderal (Konjen) negara-negara sahabat dan para undangan pada Resepsi Kenegaraan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (17/08/2026) malam.


Bobby mengatakan, cita-cita dan harapan harus diwujudkan melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. "Cita-cita itu baru cukup kalau sudah menjadi kenyataan dan sudah tercapai," tegas Bobby.


Menurutnya, Sumut memiliki kekayaan alam dan potensi yang luar biasa. Danau Toba serta berbagai sumber daya alam lainnya merupakan anugerah yang harus dijaga, dikelola, dan diperkuat agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.


Karena itu, Bobby mengajak seluruh unsur pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta negara-negara sahabat membangun kolaborasi yang kuat dalam mewujudkan Sumut yang maju dan sejahtera.


Kolaborasi tersebut juga diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045.


"Semangat kolaborasi itu sejalan dengan pesan Konjen Malaysia yang mengibaratkan pembangunan seperti perlombaan panjat pinang. Untuk mencapai puncak, tidak ada satu pihak pun yang dapat berdiri sendiri. Ada yang memanjat, menopang, memberi arah, sekaligus memastikan agar tidak terjatuh. Dengan semangat kebersamaan tersebut, 'hadiah' di puncak bukan sekadar hadiah perlombaan, melainkan kemakmuran, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Sumut," ucap Bobby.


Bobby juga mengapresiasi pesan Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia mengenai pentingnya membuka berbagai "duri" yang masih menjadi hambatan dalam pembangunan. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan pelayanan terbaik dan tidak menciptakan kesulitan bagi masyarakat maupun dunia usaha.


"Jangan mempersulit orang. Kita saja sebagai umat manusia kalau dipersulit sesama manusia, kesalnya luar biasa," ujarnya.


Bobby berharap semangat kemerdekaan terus diwujudkan melalui kerja nyata, pelayanan publik yang semakin baik, penguatan investasi, serta pengelolaan seluruh potensi daerah secara berkelanjutan.


"Dengan sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan negara-negara sahabat, Sumut diharapkan mampu semakin berdaya saing dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kita berharap Sumatera Utara menjadi emas yang paling bersinar di 2045 nanti," ujarnya.


Sementara itu, mewakili negara-negara sahabat, Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia di Medan Shahril Nizam Abdul Malek menyampaikan apresiasi terhadap potensi dan arah pembangunan Sumut. Ia mengibaratkan pembangunan daerah seperti perlombaan panjat pinang yang tidak mungkin dimenangkan oleh satu orang dengan kekuatannya sendiri.


"Tidak ada satu orang pun yang bisa sampai ke puncak dengan kekuatan sendiri. Yang paling kuat berada di bawah, yang paling ringan mungkin berada di atas, yang berpengalaman mengatur strategi. Semua harus percaya kepada orang lain," ujarnya.


Konjen Malaysia juga menyoroti besarnya potensi Sumut, mulai dari sektor pertanian dan perkebunan, industri, hingga pariwisata. Namun, potensi tersebut harus didukung infrastruktur yang memadai, konektivitas yang kuat, serta kemudahan perizinan agar mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi, investasi, lapangan kerja, dan peningkatan keterampilan masyarakat.


Ia mengibaratkan potensi Sumatera Utara seperti durian. Dari luar terlihat menarik, tetapi untuk menikmatinya diperlukan cara yang tepat untuk membuka buah tersebut.


"Kalau salah membukanya, kita sendiri yang terluka. Kalau terlalu banyak duri dalam prosesnya, investor mungkin memilih makan buah yang lain," katanya.


Karena itu, ia menegaskan komitmen perwakilan negara-negara sahabat di Sumatera Utara untuk menjadi bagian dari proses membuka potensi tersebut melalui kerja sama di bidang investasi, pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan hubungan internasional.


Mengakhiri sambutannya, Shahril juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bobby Nasution dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan transformasi ekonomi, termasuk perhatian terhadap pembangunan di Kepulauan Nias.


Hadir Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Wakil Gubernur Sumut Surya, Staf Ahli TP PKK Sumut Titiek Sugiharti, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor, Forkopimda Sumut, pimpinan BUMD, para rektor, pelatih, serta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).(torong)

  


Langkat| Bandar Meriah News - Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., menjadi pembina Upacara Aubade dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun T. Amir Hamzah Stabat, Senin (17/08/2026) sore.

Upacara berlangsung khidmat dan sarat nuansa kebangsaan. Ribuan masyarakat memadati Alun-Alun T. Amir Hamzah Stabat untuk menyaksikan secara langsung prosesi penurunan Bendera Merah Putih yang dilaksanakan oleh anggota Paskibraka Kabupaten Langkat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Langkat, jajaran TNI dan Polri, ASN, para pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan semakin menambah semarak rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Langkat.

Bertindak sebagai perwira upacara yakni Kapten Kav. Citram Lamhot, Pasi Ops Kodim 0203/LKT. Sementara itu, komandan upacara dipercayakan kepada Iptu Andreas S., Wakapolsek Babalan.

Prosesi penurunan Bendera Merah Putih berlangsung tertib, lancar dan penuh penghormatan. Seluruh peserta upacara bersama masyarakat mengikuti setiap tahapan dengan suasana hening dan khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Merah Putih sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Usai diturunkan, Bendera Merah Putih kemudian diserahkan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat Amril, S.Sos., M.AP., untuk disimpan. Bendera tersebut selanjutnya akan kembali dikibarkan oleh anggota Paskibraka terpilih tahun 2027 pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara Aubade tidak sekadar menjadi rangkaian seremonial peringatan kemerdekaan. Momentum tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat persatuan dan kesatuan, serta mengingatkan generasi penerus akan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan.

Kehadiran ribuan masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam merayakan kemerdekaan. Pemerintah daerah, TNI/Polri, pelajar dan masyarakat berbaur dalam satu suasana kebangsaan, bersama-sama memberikan penghormatan terakhir kepada Sang Merah Putih sebelum rangkaian upacara ditutup.

Sebagai bagian akhir kegiatan, panitia juga mengumumkan para pemenang sekaligus menyerahkan penghargaan kepada pemenang berbagai perlombaan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Dengan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman dan lancar, Upacara Aubade HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Langkat ditutup dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat kebangsaan. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan terus hidup dan menjadi energi bersama untuk menjaga persatuan serta membangun Kabupaten Langkat.(ros)

Diberdayakan oleh Blogger.