Minggu, 25 Oktober 2026

 



Medan | Bandar Meriah  News -  Anggota Komisi 4 DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Zulham Efendi, S.Pd., M.I., meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera mengambil langkah konkret menyikapi kemunculan sejumlah buaya muara di kawasan perairan Siombak hingga Paloh Gayor. Keberadaan satwa liar tersebut telah menimbulkan keresahan warga, terutama nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas di sungai dan kawasan muara.

Zulham menilai, kemunculan buaya yang diperkirakan berjumlah sedikitnya delapan ekor itu tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Apalagi, kawasan tersebut berdekatan dengan permukiman warga, tambak, serta lokasi aktivitas nelayan dan pencari kepah atau kerang.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan sampai kita menunggu jatuhnya korban terlebih dahulu baru kemudian melakukan penanganan. Pemerintah harus segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mengambil langkah antisipasi,” tegas Zulham kepada wartawan di Medan, Minggu (25/10/2026)

Disampaikan Politisi PKS Medan Utara ini, Pemko Medan perlu segera berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, aparat kewilayahan, serta instansi terkait untuk memetakan titik kemunculan buaya dan mengidentifikasi tingkat ancaman terhadap masyarakat.

Ia juga meminta agar dilakukan pemantauan secara berkala di aliran sungai, kawasan muara, dan lokasi yang dilaporkan menjadi tempat kemunculan buaya, termasuk Paloh Gayor. Informasi mengenai keberadaan satwa tersebut harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar warga dapat meningkatkan kewaspadaan.

“Nelayan kecil tidak bisa begitu saja menghentikan aktivitasnya karena mencari ikan merupakan sumber penghidupan mereka. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perlindungan dan solusi yang tepat agar masyarakat tidak dihadapkan pada pilihan antara mencari nafkah dan mempertaruhkan keselamatan,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Ketua Bidang Petani, P:ternak dan Nelayan DPW PKS Sumut, turut mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari aktivitas berisiko di sungai, seperti mandi, berenang, mencari ikan di titik kemunculan buaya, maupun membiarkan anak-anak bermain di sekitar perairan yang dinilai rawan. Warga juga diminta tidak mendekati, memberi makan, memancing, atau mencoba menangkap buaya secara mandiri.

Terkait dugaan warga bahwa kenaikan air pasang dan kondisi lingkungan menjadi faktor kemunculan buaya di bagian hulu sungai, Zulham meminta instansi berwenang melakukan kajian lebih lanjut. Menurutnya, penyebab kemunculan satwa tersebut tidak boleh disimpulkan tanpa pemeriksaan dan data yang memadai.

“Persoalan ini harus ditangani secara serius, bukan hanya dengan imbauan. Perlu ada langkah cepat, koordinasi lintas instansi, dan sistem peringatan bagi warga. Pada saat yang sama, penanganan buaya harus dilakukan oleh petugas yang kompeten dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar,” pungkasnya.(fit)

Sabtu, 24 Oktober 2026

 


Medan | Bandar Meriah News - Kebijakan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution melarang aparatur sipil negara (ASN) menggunakan rokok elektrik atau vape mendapat perhatian di tengah upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.


Kebijakan tersebut tak hanya mendapat apresiasi dari Kapolri Jendral Pol Suyudi Ario Seto, tapi juga dari  Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan.


Menurutnya  kebijakan tersebut dianggap salah satu langkah tepat dalam melakukan  pencegahan penggunaan narkoba. Baginya dibutuhkan langkah tegas dalam pemberantasan narkoba, termasuk di lingkungan pemerintahan.


“Langkah pencegahan seperti ini perlu mendapat dukungan. Pemerintah harus hadir melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman narkoba. Lingkungan pemerintahan juga harus menjadi contoh dalam menjalankan kebijakan yang bertujuan melindungi masyarakat," ungkapnya. 


Larangan penggunaan vape itu tertuang dalam Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/3/INST/2026. Aturan tersebut berlaku bagi ASN, pegawai non-ASN, dan pegawai badan usaha milik daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov Sumut. Bobby juga meminta bupati dan wali kota se-Sumut melakukan pengawasan terhadap penerapan larangan tersebut di daerah masing-masing.


Menurutnya,  kebijakan ini menunjukkan pemerintah tidak hanya mengandalkan penindakan setelah kejahatan terjadi, tetapi juga mempersempit peluang penyalahgunaan narkotika sejak awal.  


Ia menambahkan, persoalan vape menjadi perhatian karena cairan rokok elektrik berpotensi disalahgunakan sebagai media penyamaran zat narkotika. 


“Yang penting, kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan disertai pengawasan. Jangan sampai aturan hanya tertulis di atas kertas. Sosialisasi juga diperlukan agar seluruh aparatur memahami tujuan larangan tersebut dan melaksanakannya sesuai ketentuan," tegasnya. Pelaksanaan instruksi gubernur sendiri meminta pengawasan serta penerapan sanksi disiplin bagi aparatur yang melanggar sesuai peraturan perundang-undangan. 


Ia juga mendorong agar surat edaran tersebut ditingkatkan menjadi sebuah produk hukum atau perda agar pengawasan dan penindakan bagi pelanggarnya lebih ketat.


"Saya apresiasi dan dukung penuh langkah Gubsu, BN larang ASN sentuh vape," tambah Hinca.(torong)

 



Medan | Bandar Meriah News
- Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengajak Pemuda Pancasila terus memperkuat kegiatan olahraga guna terhindar dari kegiatan negatif seperti narkoba dan judi online. Tidak hanya olahraga, Pemuda Pancasila juga diajak untuk terus meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap saat membuka Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Medan Padel Cup 2026 di Quantum Sport & Social Club, Jalan Cemara, Sabtu (24/10/2026).

Atas digelarnya Padel Cup 2026 ini, Zakiyuddin Harahap mengapresiasi Pemuda Pancasila Kota Medan yang tidak hanya menggelar kegiatan olahraga, tetapi juga menjalankan berbagai kegiatan sosial, seperti memberikan santunan kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu.

Menurut Zakiyuddin kegiatan olahraga menjadi salah satu sarana positif untuk mendorong generasi muda mengembangkan potensi diri sekaligus menjauhkan mereka dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba dan perjudian daring.

“Kami berharap Pemuda Pancasila terus menggerakkan kegiatan olahraga, kegiatan-kegiatan positif, dan terus berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan,” ujar Zakiyuddin.

Dijelaskan Zakiyuddin, Pemko Medan senantiasa membuka ruang sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Pemuda Pancasila, untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Zakiyuddin secara khusus mengapresiasi Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan, Rahmaddian Shah, beserta jajaran yang telah menghadirkan beragam kegiatan olahraga, seperti futsal dan padel, serta kegiatan sosial bagi masyarakat.

Menurut Zakiyuddin, kepedulian terhadap sesama masih sangat dibutuhkan, mengingat di tengah perkembangan Kota Medan masih terdapat masyarakat yang hidup dalam kondisi ekonomi sulit dan membutuhkan perhatian bersama.

“Kalau kita lihat, Kota Medan ini kotanya sangat megah, tetapi di pinggiran masih banyak masyarakat yang kehidupannya belum layak. Karena itu, kami berharap Pemuda Pancasila dan organisasi kemasyarakatan lainnya terus memberikan sumbangsih kepada Kota Medan,” ungkapnya.

Zakiyuddin berharap kegiatan seperti Padel Cup 2026 tidak berhenti sebatas pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan memperluas kontribusi organisasi kepada masyarakat.

Sebelumnya Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan, Rahmaddian Shah menyampaikan bahwa turnamen Padel ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Pancasila. Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari kompetisi sepak bola, ajang pencarian bakat MPC Medan Idol, turnamen padel, hingga aksi sosial berupa pembagian 670 paket bantuan kepada masyarakat.

Terkait Padel Cup, Rahmaddian Shah menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas serta independensi wasit dalam memimpin jalannya turnamen. Ia meminta para perangkat pertandingan untuk bersikap tegas dan tidak memihak kepada siapapun, termasuk kader Pemuda Pancasila sendiri.   

"Kami berharap sportivitas dijunjung tinggi, tidak pandang kanan-kiri, dan silakan tegakkan aturan sebagai wasit di lapangan," tegas Rahmadian Shah.(torong/syafrizal)

Jumat, 23 Oktober 2026

 


Medan | Bandar Meriah  News
- Membiayai anak hingga perguruan tinggi bukan perkara mudah bagi orang tua dengan penghasilan terbatas. Bagi Zulkifli Nasution, seorang tukang botot atau pencari barang rongsokan di Medan, setiap hasil yang diperoleh dari mengumpulkan barang bekas menjadi bagian dari perjuangannya memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pendidikan anak.

Di tengah penghasilan yang tidak menentu, bantuan biaya pendidikan dari Pemko Medan menjadi dukungan berarti bagi orang tua seperti Zulkifli. Bantuan tersebut membantu meringankan beban biaya kuliah sekaligus menjaga harapan agar anak-anak mereka dapat menyelesaikan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

"Dengan adanya bantuan ini, sangat membantulah kami yang masyarakat menengah ke bawah. Kalau enggak ada ini, sudah tersengap-sengap bahasa kasarnya," ungkap Zulkifli penuh haru.

Bantuan yang diserahkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, di Hotel Grand Kanaya,Jumat (23/10/2026) ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap mahasiswa yang membutuhkan dukungan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Program tersebut juga memberikan harapan bagi keluarga agar keterbatasan biaya tidak menjadi penghalang bagi anak untuk mengejar cita-cita.

Manfaat bantuan itu turut dirasakan Maisyarah, warga Kecamatan Medan Timur, yang anaknya, Norah Hanifa, sedang menempuh semester V Program Studi Manajemen Dakwah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Maisyarah mengaku sangat bahagia karena bantuan biaya pendidikan yang telah lama diharapkannya akhirnya terealisasi. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya.

“Saya pribadi merasa sangat senang menerima bantuan ini. Tidak bisa terbilanglah senangnya. Bantuan ini sangat membantu, terutama untuk membayar uang UKT anak,” ungkap Maisyarah.

Dinilai  Maisyarah, program bantuan biaya pendidikan Pemko Medan telah memberikan manfaat nyata bagi keluarga yang membutuhkan. Karena itu, ia berharap kuota penerima bantuan dapat ditambah sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Selain bantuan biaya kuliah, Maisyarah juga berharap adanya dukungan fasilitas pembelajaran, seperti laptop atau tablet. Menurutnya, perangkat tersebut sangat dibutuhkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas perkuliahan.

Hal senada disampaikan Afriza Yenni Nasution, mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab, Fakultas Syariah dan Hukum UINSU, yang juga menerima bantuan biaya pendidikan melalui Dinas Sosial Kota Medan.

Afriza mengaku bangga terpilih sebagai penerima bantuan. Ia menilai kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan penerima program tersebut, selain prestasi akademik.

“Harapan saya, semoga program ini terus berjalan ke depannya dan bisa membantu kawan-kawan mahasiswa lainnya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Medan Rico Waas, menjelaskan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk memotivasi mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan tinggi, meraih pekerjaan yang layak, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena itu, Rico Waas meminta para penerima memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan semakin giat menuntut ilmu.

“Ini dari masyarakat untuk masyarakat. Dana yang kita kumpulkan dari pajak masyarakat dikembalikan lagi kepada masyarakat,” tegas Rico Waas.

Seperti diketahui sebanyak 214 mahasiswa dari keluarga prasejahtera di Kota Medan menerima bantuan biaya pendidikan Tahun Anggaran 2026. Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Medan ini diberikan dengan besaran bervariasi, maksimal Rp 6 juta per mahasiswa setiap semester.

Penerima bantuan merupakan mahasiswa yang berasal dari keluarga kategori Desil 1 hingga Desil 5, dengan persyaratan Indeks Prestasi (IP) kumulatif minimal 3,00 bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan 3,25 bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).(torong/safrizal)

  


Medan | Bandar Meriah News -
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah tegas aparat penegak hukum yang berhasil mengungkap peredaran narkotika seberat 1,16 ton di perairan Tanjungbalai Asahan.

Pengungkapan besar ini disampaikan dalam konferensi pers Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba di Terminal Bandar Deli Belawan, Jumat (23/10/2026).

​Menurut Rico Waas, barang haram dalam jumlah besar tersebut memiliki daya rusak yang sangat tinggi dan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa masyarakat, khususnya masyarakat di Sumatera Utara.

“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh pengungkapan ini. Barang bukti sebanyak 1,16 ton tentu sangat berbahaya apabila masuk ke masyarakat,” ujar Rico Waas.

Rico Waas berharap melalui atensi khusus dari Polri serta sinergi Lintas Instansi bersama Forkopimda dan Bea Cukai, dapat menekan peredaran narkoba di wilayah Sumatera Utara khususnya Kota Medan secara signifikan. 

“Kami berharap dengan perhatian penuh dari Kapolri, peredaran narkoba di Kota Medan, khususnya Medan Belawan, bisa kita reduksi secara bertahap. Harapan kita, narkoba dapat diberantas di Indonesia, terutama di Kota Medan,” harapnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa Tim Gabungan menyita 1,16 ton ketamin HCl dari kapal tanker MT Global 168 di perairan Tanjungbalai Asahan. Petugas juga mengamankan delapan awak kapal, terdiri dari tujuh warga Negara Indonesia dan satu warga Negara asing asal Taiwan, beserta kapal.

"Pengungkapan kasus tersebut berawal dari pemantauan Intelijen terhadap pergerakan kapal mencurigakan di Selat Malaka dan Laut Andaman sejak Agustus 2026. Kapal itu diduga menggunakan modus ship to ship, yakni pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lain,"jelas Kapolri.

Berdasarkan asumsi, bilang Kapolri, harga narkotika jenis tersebut di pasar gelap Rp 3 juta per gram, Kapolri menyebut nilai ketamin yang disita diperkirakan mencapai Rp3,48 triliun. Jumlah tersebut juga diperkirakan berpotensi mencegah penyalahgunaan narkotika terhadap 5,8 juta orang.

Rilis pengungkapan kasus ini turut dirangkai dengan penandatanganan fakta integritas dan deklarasi bersama untuk menolak narkoba di wilayah Sumatera Utara. Kegiatan tersebut juga diikuti jajaran Polres se-Sumatera Utara melalui sambungan konferensi video.


Hadir Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama, Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol Asep Saepudin, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Pejabat utama Polri, serta unsur Forkopimda Sumatera Utara dan Tokoh Masyarakat.(torong/safrizal/panji)




Medan | Bandar Meriah News - Keseriusan Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution dalam melakukan pemberantasan narkoba di Sumut bisa dikatakan tidak main - main. 


Tak sekadar hanya membuat kebijakan larangan pemakaian vape bagi ASN di lingkungan Pemprov Sumut melalui surat edaran, tapi juga menginstruksikan personel Satpol PP membantu pihak kepolisian dalam melakukan penindakan terhadap narkoba.


Hal ini dibuktikan dengan aktifnya para personel Satpol PP dalam kegiatan operasi sarang narkoba, razia tempat hiburan malam. Bahkan, melakukan penindakan terhadap bangunan tempat hiburan malam  yang tidak memiliki izin dan diduga menjadi lokasi peredaran narkoba di beberapa wilayah. 


Personel yang diturunkan  juga tidak sedikit atau sebagai pelengkap, tapi dalam jumlah besar. Hal ini mempertegas pemberantasan narkoba menjadi salah satu program penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. 


Menurut Kasat Pol PP Sumut,  Moettaqien Hasrimi, langkah ini dilakukan merupakan instruksi langsung dari Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution. "Ini instruksi langsunh dari Pak Gubernur dan kami laksanakan dengan maksimal," ungkapnya kepada wartawan.(torong)

  


Langkat | Bandar Meriah News
- Polres Langkat terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat Jumat Keliling yang dirangkaikan dengan pemberian tali asih kepada pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Ishlah di Jalan Bambuan, Lingkungan VI, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat sekaligus mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K., diwakili Kabag SDM AKP Novi Setyawan Putra, S.Or., M.Pd. Turut hadir Kasat Binmas Polres Langkat Iptu Sigit Adrianto, S.E., Kapolsek Stabat AKP Zulkarnaen, S.H., serta sejumlah personel Polres Langkat dan Polsek Stabat.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua BKM sekaligus Kepala Dusun, Dedi Hariadi, khatib Jumat Ustaz Arif Rahman, S.Pd.I., tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar.

Dalam penyampaian pesan kamtibmas, Polres Langkat mengajak masyarakat mendeklarasikan slogan “POLISI BERSAMA MASYARAKAT” sebagai wujud kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif.

Melalui slogan tersebut, Polri menegaskan pentingnya komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan di lingkungan desa maupun kelurahan diharapkan dapat diselesaikan secara bijaksana melalui musyawarah.

Dalam kesempatan itu, Polres Langkat turut memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan atau bullying, yakni tindakan menyakiti atau merendahkan orang lain secara sengaja dan berulang, terutama terhadap mereka yang dianggap lebih lemah.

Masyarakat diimbau untuk mengenali berbagai bentuk perundungan, mulai dari kekerasan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan melalui media digital atau cyberbullying.

Selain itu, masyarakat diingatkan agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menghakimi seseorang berdasarkan informasi yang viral tetapi belum terverifikasi kebenarannya.

“Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah. Jangan terburu-buru menghakimi seseorang hanya karena informasi yang beredar di media sosial belum tentu benar,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Polres Langkat juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas, termasuk menggunakan helm saat berkendara dan tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan. Warga juga didorong untuk mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling) secara bergantian guna memperkuat pengamanan di wilayah masing-masing.

Sebagai langkah mempererat koordinasi, Kapolres Langkat turut mendorong adanya satu orang narahubung di setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Langkat. Narahubung tersebut diharapkan dapat membantu menyampaikan aspirasi dan persoalan masyarakat agar ditangani bersama melalui tiga pilar kamtibmas, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta kepala desa atau lurah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, sehingga masyarakat memiliki kesempatan menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka.

Sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan, dalam kegiatan tersebut Kapolres Langkat melalui jajaran yang hadir juga menyalurkan tali asih kepada BKM Al Ishlah dan masyarakat sekitar berupa lima kotak sarung merek Wadimor serta lima kotak mukena merek Wadimor.

Pemberian tali asih ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kepedulian Polri terhadap masyarakat dan lingkungan rumah ibadah.


Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polres Langkat berharap hubungan antara kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga semakin erat. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun lingkungan yang aman, harmonis, serta bebas dari perundungan dan berbagai bentuk gangguan kamtibmas.(ros)

  


Medan | Bandar Meriah News  
- Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan BMKG terjadi pada 23–25 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hujan lebat, banjir, angin kencang, dan petir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Medan, Yunita Sari, meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan kesiapan pemerintah, tetapi juga melakukan langkah antisipasi secara mandiri demi melindungi diri dan keluarga. Terlebih, berdasarkan informasi BMKG, puncak musim hujan diprakirakan berlangsung pada November hingga Desember.

“Yang pertama, tetap jaga kesehatan. Kemudian, dalam penyelamatan, selamatkan diri sendiri terlebih dahulu, baru kita menyelamatkan keluarga dan lingkungan,” ujar Yunita Sari saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).

Yunita mengimbau setiap keluarga menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan dasar. Bagi keluarga yang memiliki bayi, perlengkapan seperti susu, popok, dan pakaian ganti juga perlu disiapkan agar mudah dibawa saat keadaan darurat.

"Khusus menghadapi banjir, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi sebelum air semakin meningkat. Warga juga perlu mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul aman di lingkungan masing-masing", katanya.

Sementara itu, saat terjadi angin kencang, dijelaskan Yunita masyarakat diingatkan untuk tidak berteduh di bawah pohon, baliho, atau lokasi lain yang berisiko tertimpa benda jatuh. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi jika tidak mendesak, terutama ketika hujan lebat disertai petir.

Yunita turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta membersihkan saluran air agar tidak tersumbat.

“Kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita,” ungkapnya.

Selain mengimbau masyarakat, dijelaskan Yunita Sari, sesuai arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, BPBD Kota Medan memperkuat kesiapsiagaan melalui penambahan sarana dan prasarana penanganan bencana, termasuk perahu evakuasi serta peningkatan kemampuan armada kendaraan agar lebih siap menghadapi genangan banjir yang tinggi.

"Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman banjir sebelumnya, ketika kendaraan operasional mengalami kendala akibat tingginya genangan sehingga menghambat mobilitas petugas", jelas Yunita.

Dari sisi personel, lanjut Yunita sebanyak 53 anggota Tim Reaksi Cepat (TRC)disiagakan di Markas Komando (Mako) BPBD Kota Medan. Personel ditempatkan secara terpusat agar dapat segera bergerak menuju lokasi kejadian di wilayah Kota Medan ketika situasi darurat terjadi.

"Petugas akan dikerahkan bersama perahu dan logistik pendukung untuk membantu penanganan bencana serta mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan", ucapnya.

Yunita menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana. Karena itu, masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG maupun BPBD Kota Medan.

Masyarakat yang ingin melaporkan kejadian bencana atau membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi Pusdalops PB BPBD Kota Medan melalui WhatsApp Call Center 0813-7080-0880.

Melalui kesiapan personel dan peralatan, disertai kesadaran masyarakat dalam melakukan mitigasi mandiri, BPBD Kota Medan berharap penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan keselamatan warga tetap terjaga di tengah ancaman cuaca ekstrem.(torong/syafrizal)

 

 


Medan | Bandar Meriah News
- Polda Sumatera Utara melaksanakan aksi penanaman pohon melalui program Green Policing bersama masyarakat Kecamatan Medan Amplas di bantaran Sungai Panglima Denai, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mendukung mitigasi bencana banjir melalui penghijauan di kawasan rawan bencana.

Wakil Penanggung Jawab Green Policing Polda Sumut AKBP Dr. H. Herwansyah Putra, S.H., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar di halaman Mapolda Sumut.

Ia mengajak seluruh personel dan pemangku kepentingan yang terlibat untuk melaksanakan program tersebut dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan, S.IP., M.SP., mengapresiasi inisiatif Kapolda Sumut dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Menurut dia, penghijauan di bantaran sungai menjadi langkah positif mengingat kawasan tersebut pernah mengalami banjir hingga berdampak pada permukiman warga pada November 2025.

Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke titik-titik lain di sepanjang bantaran Sungai Panglima Denai sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

Kabid Humas Polda Sumut dalam keterangannya menyampaikan bahwa program Green Policing merupakan wujud komitmen Polri untuk tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian lingkungan.

“Melalui program Green Policing, Polda Sumut ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita semua. Penanaman pohon ini diharapkan dapat mendukung penghijauan, menjaga kualitas lingkungan, serta menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penanaman pohon semata, tetapi akan dilanjutkan secara berkesinambungan dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, program Green Policing diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan sambutan, dilanjutkan penyerahan pohon secara simbolis oleh perwakilan pejabat utama Polda Sumut kepada perwakilan masyarakat, penanaman pohon, serta foto bersama.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat Polda Sumut, di antaranya Kayanma Polda Sumut, KSPKT, Kabag Dalpers Ro SDM, Wadir Reskrimsus, serta unsur Polsek Patumbak, Koramil Patumbak, Pemerintah Kecamatan Medan Amplas, dan masyarakat setempat.

Melalui program ini, Polda Sumut berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mewujudkan kawasan yang lebih hijau dan tangguh terhadap risiko bencana.(panji)

  



Samosir |Bandar Meriah  News -  Memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-75 tahun 2026, Polres Samosir menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Samosir. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., menerima piagam penghargaan dari PMI atas dedikasinya dalam kegiatan kemanusiaan.


Kegiatan donor darah berlangsung pada Jumat (23/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Pelayanan Publik Polres Samosir. Pelaksanaannya melibatkan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Samosir bersama tim medis PMI Kabupaten Samosir. Jumat (23/10/2026). 


Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H., Plt. Ketua PMI Kabupaten Samosir Sinta Mauly Agnes Tamba, S.H., M.Kn., Kasi Humas Polres Samosir, personel Humas, Kasi Dokkes, tenaga kesehatan Klinik Polres Samosir, petugas PMI, serta personel Polres Samosir yang berpartisipasi sebagai pendonor.


Di sela-sela kegiatan, Plt. Ketua PMI Kabupaten Samosir Sinta Mauly Agnes Tamba menyerahkan piagam penghargaan secara langsung kepada Kapolres Samosir. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam mendukung kegiatan kemanusiaan melalui penyelenggaraan donor darah dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-75 tahun 2026.


Plt. Kasi Humas Polres Samosir IPDA Surung Sagala menyampaikan bahwa kegiatan donor darah tersebut berhasil diikuti oleh 26 orang pendonor yang dinyatakan berhasil mendonorkan darahnya.


“Dari kegiatan ini, sebanyak 26 orang berhasil mendonorkan darah, dengan rincian golongan darah A sebanyak empat orang, golongan darah B lima orang, golongan darah AB empat orang, dan golongan darah O sebanyak 13 orang,” jelas IPDA Surung Sagala.


Menurutnya, kegiatan donor darah bukan sekadar bagian dari peringatan Hari Jadi Humas Polri, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap kebutuhan darah bagi masyarakat, khususnya pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.


Ia menambahkan, Polres Samosir secara rutin menjalin kerja sama dengan PMI Kabupaten Samosir dalam penyelenggaraan kegiatan donor darah setiap tahunnya. Bahkan, ketika terdapat kebutuhan darah bagi pasien di RSUD Hadrianus Sinaga, personel Polres Samosir turut berpartisipasi mendonorkan darah sesuai kebutuhan dan kondisi yang memungkinkan.


“Dalam pelaksanaan donor darah, Polres Samosir selalu bekerja sama dengan PMI Kabupaten Samosir. Setiap tahun kita melaksanakan kegiatan donor darah. Ketika ada warga yang membutuhkan darah di RSUD Hadrianus Sinaga, kita juga hadir untuk membantu melalui donor darah bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.


IPDA Surung Sagala menegaskan bahwa keterlibatan personel Polres Samosir dalam kegiatan donor darah merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial dan kemanusiaan.


Melalui momentum Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Samosir berharap semangat kepedulian, solidaritas, dan gotong royong semakin tumbuh, baik di lingkungan kepolisian maupun masyarakat luas.


Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Polres Samosir dan PMI Kabupaten Samosir dalam mendukung ketersediaan stok darah serta membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan transfusi darah.


Dengan semangat pengabdian dan kemanusiaan, Polres Samosir menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Samosir.(indra sinurat)



Diberdayakan oleh Blogger.