Sabtu, 13 Juni 2026


Gunungsitoli Selatan, BMN - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Polri ke-80 dengan tema “Polri untuk Masyarakat”, Personel Kompi 4 Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia Asri melalui aksi bersih-bersih lingkungan di Pantai Laharuga, Desa Ononamolo Lot II, Gunungsitoli Selatan, Sabtu (13/6/2026).

Danton 4 Kompi 4 Batalyon C, Ipda Henri H.S. Pardosi bersama personel Brimob melakukan pembersihan kawasan pantai dari berbagai jenis sampah organik maupun nonorganik yang berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Aksi peduli lingkungan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan ruang publik. Dengan semangat gotong royong, personel Brimob menyisir area pantai dan mengumpulkan sampah yang tersebar di sepanjang pesisir sehingga kawasan wisata tersebut kembali terlihat bersih dan tertata.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.

"Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau institusi tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Langkah sederhana seperti memungut sampah dan menjaga kelestarian alam dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan serta kualitas hidup masyarakat." ujar Ipda Henri.

Melalui momentum HUT Polri ke-80, kegiatan Gerakan Indonesia Asri menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan. Diharapkan kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan bersama-sama menjaga keindahan alam sebagai aset berharga bagi generasi mendatang.

(Panji)


Tebing Tinggi, BMN - Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tebing Tinggi Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian Saragih menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pemutaran film edukasi parodi “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” yang digelar di Aula Lantai IV Balai Kota Tebing Tinggi, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi TP PKK Kota Tebing Tinggi ini menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat dalam menyampaikan pesan-pesan sosial, ekonomi, dan ketahanan keluarga melalui media film.

Dalam sambutannya selaku Pembina TP PKK Kota Tebing Tinggi, Wali Kota Iman Irdian Saragih menyampaikan apresiasi kepada TP PKK yang terus berkomitmen mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat.

“Atas nama Pemerintah Kota Tebing Tinggi, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TP PKK yang terus berkomitmen mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota.

Menurut Wali Kota, kegiatan pemutaran film edukasi merupakan salah satu sarana penting dalam membangun keluarga yang harmonis, berkualitas dan berketahanan. Melalui film tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, moral, serta masa depan generasi penerus bangsa.

Wali Kota juga berharap momentum kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, TP PKK dan masyarakat dalam mewujudkan warga yang sehat, cerdas, mandiri dan sejahtera.

“Saya berharap melalui kegiatan nonton bareng ini seluruh peserta memperoleh wawasan, inspirasi dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan lingkungan keluarga yang baik dan mendukung terwujudnya masyarakat yang maju serta berdaya saing,” kata Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menilai film “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” memiliki pesan edukatif yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat. Film tersebut dinilai mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta meningkatkan kesadaran dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.



Wali Kota juga mengusulkan agar film tersebut dapat ditayangkan lebih luas kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya edukasi publik, termasuk dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Saya mendukung kegiatan ini karena mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi maupun kehidupan beragama. Edukasi seperti ini perlu terus dilakukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi atau isu negatif yang belum tentu benar,” ungkap Wali Kota.

Sebelum pemutaran film dimulai, Ketua TP PKK Kelurahan Durian, Ny. Ulfia Sari Lubis, terlebih dahulu membacakan sinopsis film yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan resolusi konflik sosial dalam kehidupan bertetangga tersebut.

Usai pemutaran film, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kreativitas para penggiat seni lokal, Wali Kota bersama Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada para pemain film tersebut. Selain itu, turut diserahkan cendera mata berupa kaos bertuliskan “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan produksi film edukasi parodi tersebut.

Melalui momentum ini, Pemko Tebing Tinggi berharap sinergi antara pemerintah, TP PKK, dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin solid demi mewujudkan warga Kota Tebing Tinggi yang sehat, cerdas, berdaya saing, dan sejahtera.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tebing Tinggi AKBP Rohim Marthin Gultom, Camat Bajenis Ari Miranda, Lurah Durian Dias Nasution, para pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, serta jajaran TP PKK dari tingkat kota hingga lingkungan.

(*)


Langkat, BMN - Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pendistribusian bantuan Triwulan II Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Langkat yang dilaksanakan di Aula Jentera Malay Langkat, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Baznas Kabupaten Langkat dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi.

Kapolres Langkat melalui Kasi Humas Polres Langkat menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kabupaten Langkat yang terus konsisten menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, program tersebut merupakan wujud kepedulian sosial yang patut didukung bersama karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kurang mampu.

"Kapolres Langkat menilai program yang dijalankan Baznas Kabupaten Langkat merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memberikan manfaat bagi para penerima," ujar Kasi Humas.

Adapun bantuan yang didistribusikan meliputi dua unit bedah rumah, sebelas bantuan pendamping pengobatan, tujuh kursi roda, dua tongkat bantu jalan, bantuan pendidikan bagi 40 siswa MI/SD dan 40 siswa MTs/SMP, bantuan untuk 60 guru MDTA, bantuan kepada 20 mualaf, bantuan Al-Qur'an untuk tiga masjid, serta bantuan bagi 10 pelaku UMKM.

Lebih lanjut, Kapolres Langkat berharap bantuan yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas Kabupaten Langkat tersebut dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kapolres Langkat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan yang bertujuan membantu warga yang membutuhkan.

Menurutnya, kolaborasi dan kepedulian bersama merupakan kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk menyampaikan laporan, pengaduan maupun informasi terkait gangguan kamtibmas dan pelayanan kepolisian.

(Samuel)


Medan, BMN - Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) menggelar Diskusi Kebangsaan terbatas bertajuk 'Mengukur Independensi Vonis Bebas Korupsi Aset PTPN ' di sekretariat PB ISMI Jalan Pepaya No 24-26 Meda pada Kamis 11 Juni 2026.

Diskusi digelar karena putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan telah memvonis bebas keempat terdakwa dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi dan penjualan lahan eks HGU PTPN II (kini PTPN I Regional I) yang dikembangkan menjadi perumahan Citraland.

Empat terdakwa yang divonis bebas masing-masing Imam Subakti selaku eks Direktur PT Nusa Dua Propertindo, Askani selaku eks Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Utara, Abdul Rahim Lubis selaku eks Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang, serta Irwan Perangin-angin selaku mantan Direktur PTPN II.

Atas putusan tersebut, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) mengambil langkah hukum lanjutan dengan mengajukan banding atas putusan bebas terhadap empat terdakwa dalam perkara dugaan korupsi penjualan aset PTPN I Regional I, yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN II.

Masyarakat Melayu Indonesia mendukung sepenuhnya langkah hukum yang diambil Kejatisu dan mendorong agar kasus ini terang benderang dan tak ada yang ditutup-tutupi transparan dan berkeadilan bagi masyarakat Melayu pada khsusunya dan rakyat Indonesia pada umumnya.

Oleh sebab itulah diskusi PB ISMI digelar guna memberikan masukan dan dukungan kepada Kejatisu demi penegakan hukum di negeri ini. "Rumusan hasil pertemuan sejumlah tokoh masyrakat Melayu Indonesia itu merespon masalah perampasan Tanah Ulayat dan Tanah Adat Melayu serta merespon keputusan banding atas vonis bebas 4 terdakwa korupsi penjualannaset PTPN ke Citra Land," ujar Assoc Prof Yanhar Jamaluddin MSP, Sekjen PB ISMI usai acara diskusi.

Hal ini juga kata Yanhar Jamaluddin, sebagai tindak lanjut dari Maklumat Masyarakat Melayu Indonesia yang disampaikan pada Halal Bi Halal Masyarakat Melayu Indonesia tanggal12 April 2026, dibawah naungan PB MABMI, PB ISMI dan PB GAMI, maka upaya penyelamatan dan penguatan Hak Atas Tanah Melayu terus dilakukan.

Sehubungan dengan itu, pertemuan menghasilkan rumusan sebagai berikut ::

1. Terus berupaya menyelamatkan dan mengawal Tanah Adat dan Tanah Ulayat Melayu, termasuk tanah-tanah dalam status grant Sultan.

2. Lahan-lahan yang akan diselamatkan dan diamankan adalah seluruh lahan tanah ulayat dan tanah adat yang masih dikuasai Perusahaan Negara/Swasta dan lahan-lahan tanah ulayat dan tanah adat Melayu yang di kuasai oleh penggarap, masyarakat, LSM atau Ormas.

3. Komunikasi intensive dengan para Sultan Melayu di Sumatera Timur, terus ditingkatkan untuk menyamakan langkah dan gerak juang penyelamatan Tanah Ulayat dan Tanah Adat Melayu.

4. Untuk mensosialisasikan Maklumat Masyarakat Melayu Indonesia, khususnya tentang Permasalahan Tanah Ulayat dan Tanah Adat Masyarakat Melayu, maka akan dipasang poster, spanduk atau baliho yang memuat isi Maklumat dan akan dipancang di ruang-ruang pablik, agar dengan mudah dapat dibaca oleh masyarakat khususnya Aparat Penegak Hukum.

5. Masyarakat Melayu Indonesia, melalui PB MABMI, PB ISMI dan PB GAMI, segera mengeluarkan sikap mendukung Keputusan Jaksa untuk banding dalam kasus Korupsi Penjualan Aset PTPN ke Citraland, serta mendorong jaksa bekerja secara professional dalam penegakan hukum kasus vonis bebas korupsi aset PTPN tersebut.

Selanjutnya Masyarakat Melayu Indonesia bertekad menuntaskan permasalahan Tanah Ulayat dan Tanah Adat Masyarakat Melayu dengan :

1. Mendesak Pemerintah untuk mengakui hak Tanah Ulayat dan Tanah Adat Masyarakat Melayu.

2. Mendesak Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum untuk menindak dan menertibkan para penggarap Tanah Ulayat dan Tanah Adat Masyarakat Melayu.

3. Mendesak Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum untuk mengembalikan hak hak Kesultanan dan Masyarakat Melayu atas tanah yang selama ini digunakan oleh perusahaan atau pihak ketiga.

4. Meminta kepada seluruh Ormas Melayu untuk Membentuk Lembaga Pengelola Tanah Ulayat dan Tanah Adat guna memperjuangkan hak Masyarakat Melayu.

Hadir dalam diskusi tersebut Prof Djohar Arifin Husin, Mayjend TNI (Purn) M Hasyim, DR Sakhyan Asmara, Assoc Prof Yanhar Jamaluddin, Ade Darmawan, HA Nuar Erde, Johan Merdeka, M Hafiz dan Abdul Azis.

(Tim)


Medan, BMN - Tim Suvervisi PKK kota Medan mengadakan kunjungan suvervisi di Kelurahan siderejo Kec.Medan Tembung yang di laksanakan di aula kelurahan .jumat 12 juni 2026.

Acara yang di awali dengan menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya & Mars PKK di pimpin Ibu Marpaung

selanjutnya Pembacaan Doa oleh Pak Hamdani

Dalam kata sambutannya Camat Medan Tembung M.Idris SH,mengucapkan terima kasih kepada para undangan atas kehadirannya pada acara ini dan berharap semua kegiatan ini berjalan dengan baik.

kemudian acara dilanjutkan dengan Yel - Yel kelurahan siderejo, Penampilan dari anak anak Paud ,Penampilan dari Lansia, Pembacaan Puisi dari MAN 1 Medan serta penampilan Drama dari ibu ibu PKK kelurahan siderejo, Dasa wisma Lk V ( Lavender)

Dalam kata sambutannya ketua PKK kelurahan siderejo Ibu Ny.SRYUNARTI Sitinjak Daniel mengatakan

Dalam Rangka Hari kesatuan Gerak PKK dan Lomba Administrasi menayangkan Exposs tentang kegiatan PKK di Layar Monitor

Dalam Laporan di layar monitor menampilkqn kegiatan di setiap masing masing Pokja

Ada 40 Dasa wisma yang tiv di kelurahan ini dan kegiatan ada berupa kunjungan ke Pos yandu ,kerajinan tangan ,senam bersama ,Buket bunga,Gotong Royong bersama, Inovasi PKK,sistem pencatan surat masuk dan surat keluar

Pencatatan keuangan ,Bilik Adm,serta kegiatan lainya

Selanjutnya Tim suvervisi kota Medan Ibu Ratna sari juga mengucapkan selqmqt datang kepada para undangan atas kehadirannya pada acara ini karang Taruna, ParaTokoh Masyarakat D.L.L

Beliau mengatakan bahwa kehadiran kami disini bukan untuk mencari cari kesalahan tapi untuk melihat kegiatan PKK di kelurahan ini

Tahun lalu kelurahan siderejo juara II

selanjutnya Tim PKK melakukan komunikasi serta tanya jawab dengqn Tim Pokjawas ,Diskusi ,serta mengingatkan bahwa PKK ada tiga seragam, jadi harus di pakai sesuai dengan kebutuhannya dan harus di pakai sesuai dengan kegiatannya

Selanjutnya Tim PKK Medan melakukan suvervisj tentang kegiatan PKK siderejo ada kegiatan Gotong royong, kerja sama dengqn BNN,kerja sama dengan Puskesmas

Selanjutnya Lurah sidorejo Bapak Daniel Simanjutak SSTP dalam kata sambutannya mengatakan

Terimakasih kepada Tim PKK kota Medan atas arahannya serta bimbingan nya,kami banyak dapat Ilmu dan untuk kedepannya kami akan perbaiki kekurangan kami dan kami akan berusaha dengan baik,klo di tahun lalu kami juara II dan kami berharap di tahun ini kami dapat juara I

di akhir acara di tutup dengan foto bersama dengan Para Tim,serta semua undangan.

(Sarmidi Sinaga)


BINJAI, BMN - Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”, Polres Binjai kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir dengan kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dipimpin langsung oleh Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., didampingi Wakapolres, para Pejabat Utama, dan personel Polres Binjai, kegiatan bakti sosial dilaksanakan dengan menyalurkan bantuan sosial kepada warga kurang mampu di Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Kamis (11/6/2026).

Bantuan diberikan kepada berbagai elemen masyarakat yang selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, seperti bilal mayit, pengurus kemakmuran masjid, petani, buruh bangunan, hingga tukang becak. Paket bantuan yang disalurkan berisi kebutuhan pokok sehari-hari, di antaranya beras, minyak goreng, gula, kecap, kopi, mi instan, dan bahan pangan lainnya.

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Menurutnya, Hari Bhayangkara bukan sekadar peringatan hari lahir Polri, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat melalui aksi-aksi sosial yang memberikan manfaat secara langsung.

“Kami ingin kehadiran Polri dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian dan perhatian terhadap kondisi sosial warga. Polri yang kuat adalah Polri yang dicintai masyarakat, dan kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Kegiatan bakti sosial ini sekaligus menjadi cerminan transformasi Polri yang semakin humanis, responsif, dan berintegritas dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Melalui sentuhan kemanusiaan dan kepedulian sosial yang terus dilakukan, Polres Binjai berharap dapat mempererat hubungan kemitraan dengan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Raut bahagia dan rasa syukur terlihat dari para penerima bantuan yang mengaku terbantu dengan perhatian yang diberikan. Kehadiran Kapolres beserta jajaran secara langsung di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa Polri selalu berupaya hadir, mendengar, dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang memperkuat persatuan, kepedulian, dan kebersamaan dengan masyarakat.

(Torong)

Jumat, 12 Juni 2026


BINJAI, BMN - Budaya nonton bareng (nobar) sepak bola " Piala Dunia 2026 " merupakan sebagian bentuk hiburan serta membangun kebersamaan sosial masyarakat Indonesia. Fenomena nobar ini, dapat bertemu dan berinteraksi langsung untuk memperkuat hubungan sosial yang mungkin terjadi ditengah kesibukan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Nobar Piala Dunia 2026 di Polres Binjai dihadiri oleh, PM TNI-AD, Camat, Tomas, Toga, Toda, Mahasiswa dan buruh yang dilaksanakan di aula anindya polres Binjai , jalan Sultan Hasanuddin No.1 Binjai.

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulan, menegaskan bahwa dibuatnya kegiatan nobar ini merupakan sebagian dari edukasi polri bersama masyarakat untuk mendukung tim favorit, rayakan semangat persatuan dengan sportivitas menjelang hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026., ucap AKBP Mirzal

Setelah berakhirnya pertandingan Piala Dunia 2026 antara Mexico vs Afrika Selatan dengan nilai scor 2:0 yang dimenangkan oleh Mexico.

(Torong)

Kamis, 11 Juni 2026


Medan, BMN - Korban penganiayaan KN (41) didampingi Oleh tim kuasa hukum Konstitusi Medan usai membuat laporan dugaan pelanggaran kode etik oknum penyidik Polsek Medan Baru ke Bidang Propam Polda Sumut, korban penganiayaan berinisial KN (41) resmi telah melaporkan dugaan pelanggaran berat etik yang dilakukan oleh oknum penyidik Polsek Medan Baru ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Utara, Kuasa hukum korban, Dongan Nauli Siagian, S.H., bersama Bayu Subronto, S.H., dan Arief Cahyadi, S.H., menyebut laporan tersebut dibuat karena penanganan kasus penganiayaan yang dialami kliennya dinilai tidak profesional dan terkesan Seperti Seolah Olah Agar dipermainkan. (10/06/ 2026).

Menurut Dongan Nauli, pelaku penganiayaan bahkan disebut telah dilepaskan hanya beberapa jam setelah diamankan oleh pihak kepolisian. Polsek tersebut

“Hari ini kami membuat laporan ke Propam karena penanganan kasus penganiayaan terhadap klien kami terkesan dipermainkan oleh penyidik dan Kanit Polsek Medan Baru. Padahal saksi dan bukti visum sudah jelas,” ujar Dongan Nauli saat ditemui di Mapolda Sumut.

Ia menjelaskan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026, di kawasan Jalan Cempaka Gang Tarigan, Lingkungan IV, Medan Polonia.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian pelipis kanan dan kiri serta tengkuk akibat serangan menggunakan senjata tajam yang diduga dilakukan pelaku.

Korban kemudian membuat laporan polisi dengan Nomor:

STTLP/B/444/V/2026/SPKT/POLSEK MEDAN BARU/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA.

Namun, pihak kuasa hukum menilai proses penanganan perkara berjalan tidak semestinya dan terkesan berat sebelah terhadap korban.

“Kami meminta agar Kapolsek Medan Baru, Kanit Reskrim, dan penyidik yang menangani kasus ini diperiksa secara internal. Bila terbukti melakukan pelanggaran, kami meminta agar dicopot dari jabatannya agar tidak merugikan masyarakat luas lainnya,” tegas Dongan.

Selain itu, kuasa hukum juga mengungkap dugaan adanya permintaan uang oleh oknum penyidik kepada korban dengan alasan untuk mempercepat proses penangkapan dan penahanan pelaku.

“Penyidik meminta uang kepada klien kami dengan alasan untuk Kapolsek dan Kanit Reskrim agar segera melakukan penangkapan dan penahanan. Awalnya klien kami menolak karena sebagai korban justru dimintai uang,” ungkapnya.

Karena merasa keselamatannya dan keluarganya terancam, korban akhirnya disebut meminjam uang dan menyerahkannya kepada oknum penyidik berinisial Bripka SR.

Kuasa hukum berharap Propam Polda Sumut dapat bertindak profesional dan transparan dalam menindaklanjuti laporan tersebut demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Medan Baru maupun Polda Sumut terkait laporan dugaan pelanggaran kode etik tersebut

Setelah di Kompir Masi Salah Satu Juoer nya yang menangani terkait Kasus Tersebut Sulaiman Yang merupakan Seorang Oknum Juper Polsek medan Baru Saat mau di Kompirmasi Sebanyak Dua Kali Melaku Kontak WhatsApp nya dengan Nomor 081375555xxx Gak Menjawab dan Kita Kirim Berita Ling Beliau juga gak menjawab karna Takut diduga Alergi makanya ia gak mau balas Chet tersebut dan mau angkt WhatsApp tersebut.

Sampai saat ini juga.kami.kompirmaai langsung dengan Kapolsek Medan Baru dengan No WhatsApp 08112703xxx Sebanyak 3 kali 2 kali gak di angkat Mulai Pukul 12.23 Wib Sampai dengan 12.24 Wib Gak Juga di Angkat setelah yang ke tiga kalinya 12.25 Wib ia menjawab Halo Halo Halo katanya lalu kita mau Kompirmasi Langsung dimatikannya oleh sang Kapolsek Medan Baru ini lah keliatan seorang Kapolsek Medan Baru yang Tidak Memiliki Etika baik saat berkomunikasi Cocok nya ia Layak Untuk di Copot dari jabatan selaku Kapolsek Medan Baru masih banyak perwira yang layak jadi Kapolsek Medan Baru dibanding Kapolsek itu tersebut.

(Tiem)


Langkat, BMN - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin pelaksanaan Bakti Kesehatan Donor Darah yang digelar di Gedung Kolaborasi Baradaksa dan Tatya Daraka Polres Langkat, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Langkat tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus bentuk pengabdian kemanusiaan dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui Kasi Humas Polres Langkat, AKP Jackson Situmorang, S.H., Kapolres Langkat menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung.

Menurut Kapolres Langkat, donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian kepada sesama.

Setiap kantong darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan serta menjadi wujud nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat.

Kegiatan donor darah ini mendapat sambutan positif dari berbagai elemen masyarakat dan instansi.

Selain diikuti personel Polri, ASN, Bhayangkari, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan Kodim 0203/Langkat, Batalyon Marinir 8 Harimau Putih, serta Batalyon Infanteri TP 907/Dewasena yang turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Dari total 475 peserta yang hadir, sebanyak 381 orang berhasil mendonorkan darahnya setelah melalui pemeriksaan kesehatan oleh tim Sidokkes Polres Langkat dan PMI Kabupaten Langkat.

Sementara 94 peserta lainnya belum dapat mendonorkan darah karena faktor kesehatan, seperti tekanan darah rendah, kadar hemoglobin yang belum memenuhi syarat, maupun belum terpenuhinya masa jeda donor minimal tiga bulan.

Lebih lanjut, melalui Kasi Humas, Kapolres Langkat menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, partisipasi berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan donor darah menunjukkan tingginya kepedulian sosial dan semangat kebersamaan dalam membantu sesama.

Selain melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Polres Langkat juga terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat melalui layanan Kepolisian Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk menerima pengaduan, laporan, maupun permintaan bantuan Kepolisian.

Dengan semangat "Polri untuk Masyarakat", Polres Langkat berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik, memperkuat kedekatan dengan masyarakat, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

(Samuel)

Rabu, 10 Juni 2026


Medan, BMN - Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, secara resmi menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia atas komitmen tinggi dalam mendukung kemudahan akses pelayanan hukum bagi masyarakat.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Hukum RI, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., dan disaksikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Momentum ini berlangsung dalam rangkaian acara Peresmian Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan se-Provinsi Sumatera Utara di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (10/06/2026).

Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, dalam arahannya menekankan bahwa kehadiran Posbankum di tingkat desa dan kelurahan merupakan pilar penting dalam mewujudkan kesetaraan di mata hukum.

“Pos Bantuan Hukum ini bukan hanya simbol, tetapi wadah nyata untuk memberikan dukungan hukum kepada masyarakat desa dan kelurahan. Kita harus memperkuat sistem hukum, melatih para legal, dan memastikan regulasi berjalan cepat serta efektif,” tegas Menkum RI.

Lebih lanjut, Menkum RI menggarisbawahi bahwa arah hukum modern saat ini lebih mengedepankan pendekatan keadilan restoratif (restorative justice). Menurutnya, esensi utama hukum bukan sekadar menghukum pelaku, melainkan memulihkan situasi sosial masyarakat dan merajut kembali tali persaudaraan di tengah masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya pemberian hukuman ke pelaku, tetapi pemulihan situasi sosial sehingga bisa merajut kembali persaudaraan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat. Ia menegaskan kesiapan seluruh desa di Sumatera Utara untuk mengadopsi teknologi guna mengoptimalkan program ini.

“Kita menghadapi tantangan hukum dan ekonomi yang kompleks. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting. Saya mengajak semua pihak untuk bekerja sama menyelesaikan masalah di tingkat desa demi keadilan sosial dan kesejahteraan bersama,” ujar Gubernur Sumut Bobby Nasution.

Merespons penghargaan tersebut, Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran Pemko Tebing Tinggi dan menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kesadaran hukum masyarakat, serta mendukung program strategis pemerintah di bidang hukum dan hak asasi manusia.

“Kami di Tebing Tinggi siap bersinergi penuh dengan pemerintah pusat dan provinsi. Kehadiran Posbankum ini akan menjadi sarana strategis bagi masyarakat untuk mendapatkan pendampingan hukum yang adil dan transparan. Ini bukti keseriusan kita dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik," ungkap Wali Kota Iman Irdian Saragih.

Wali Kota berharap, lewat optimalisasi Posbankum, kepercayaan masyarakat terhadap kepastian hukum dan kehadiran pemerintah dapat semakin diperkuat.

Pada kesempatan tersebut, penghargaan serupa juga diserahkan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara yang telah menunjukkan komitmen serupa dalam mendirikan Posbankum di wilayah masing-masing.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Min Usihen, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda Sumut, para bupati/wali kota se-Sumut, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumut Ignatius Silalahi.

Sementara dari jajaran Pemko Tebing Tinggi, tampak hadir mendampingi Wali Kota di antaranya Kepala Dinas P3APM Syah Irwan, Kepala Bagian Hukum Moch. Ilham, Kepala Bagian Prokopim Setdako Faisal Ahmad, serta tim peliputan Diskominfo Kota Tebing Tinggi.

(*)
Diberdayakan oleh Blogger.