Kamis, 10 September 2026

 



Langkat | Bandar Meriah  News - DPRD Kabupaten Langkat mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 menjadi Peraturan Daerah (Perda). Perubahan APBD tersebut ditetapkan sebesar Rp2.877.023.011.209.


Pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Langkat, Kamis (10/09/2026). Agenda tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Keputusan dan Berita Acara Persetujuan Bersama Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD Kabupaten Langkat.


Sebelum pengesahan, juru bicara Badan Anggaran DPRD Langkat, Ahmad Senang, membacakan laporan hasil pembahasan Badan Anggaran. Selanjutnya, masing-masing juru bicara fraksi DPRD Langkat menyampaikan pendapat akhir fraksi. Seluruh fraksi menyatakan persetujuan terhadap Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Perda Kabupaten Langkat.


Dalam laporan Badan Anggaran disebutkan, berdasarkan hasil pembahasan dan kesepakatan antara Badan Anggaran DPRD Langkat dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), termasuk pembahasan bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD), terdapat perubahan pada struktur pendapatan dan belanja daerah.


Pendapatan daerah pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 bertambah sebesar Rp383.245.310.244 dibandingkan dengan anggaran dalam Rancangan APBD 2026. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Perubahan APBD 2026 ditetapkan sebesar Rp276.203.600.000.


Pada sisi belanja daerah, anggaran dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 bertambah sebesar Rp691.187.406.755,56. Dalam perubahan tersebut juga terdapat penyertaan modal atau investasi Pemerintah Kabupaten Langkat sebesar Rp9,25 miliar.


Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Sribana Perangin Angin, setelah mengetuk palu sebagai tanda pengesahan Perubahan APBD 2026, meminta Pemerintah Kabupaten Langkat segera menyampaikan Perda tersebut kepada Gubernur Sumatera Utara untuk menjalani proses evaluasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Dengan disahkannya Perubahan APBD 2026, Pemerintah Kabupaten Langkat diharapkan dapat segera menindaklanjuti pelaksanaan program dan kegiatan yang telah disepakati dalam perubahan anggaran tersebut.(ros)

 



Binjai | Bandar Meriah News
- Polres Binjai mengamankan empat pria yang diduga melakukan pungutan liar terhadap pengendara pada Kamis(10/09/2026).


Keempatnya berinisial HS (44), J (43), AS (42), dan JG (34). HS dan J diamankan di Jalan Rukam, Binjai Barat pukul 12.00 wib, sedangkan AS dan JG ditangkap di Jalan Gunung Sinabung, Binjai Selatan pukul 12.10 wib. Petugas turut menyita uang tunai Rp109.000 yang diduga hasil pungli," ucap Ipda Jun Predy, S.H.


Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Hotdiatur A.W. Purba, menegaskan tidak ada ruang bagi aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Saat ini keempat terduga pelaku dan barang bukti kini diamankan di Satreskrim Polres Binjai untuk proses hukum lebih lanjut," tegas Kasat


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Apabila menemukan adanya aksi premanisme atau pungutan liar, segera laporkan kepada pihak Kepolisian melalui Call Center Polri 110,” imbau Kapolres Binjai.(Humasresbinjai/torong/Kamis (10/09/2026)




Langkat | Bandar Meriah News
- Kasus pembunuhan yang terjadi di Dusun IV Lau Mulgap, Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, mulai menemui titik terang. Polsek Kuala bersama Satreskrim Polres Langkat berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam kematian seorang pria berinisial TS (55). 

 Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. Korban yang merupakan warga Dusun IV Lau Mulgap, Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka akibat kekerasan. Dalam penanganan perkara tersebut, polisi mengamankan JM (55), warga Desa Garunggang, yang diduga berperan sebagai pihak yang merencanakan aksi. JM diamankan pada 6 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB di depan RS Indra, Pasar II, Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. 

 Selanjutnya, petugas mengamankan SK (30), warga Desa Garunggang, yang diduga berperan sebagai eksekutor. SK diamankan pada 7 September 2026 sekitar pukul 18.30 WIB di Lingkungan V Bela Rakyat, Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. 

 Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, perkara tersebut diduga dipicu persoalan terkait pencurian buah kelapa sawit. Kedua terduga pelaku disebut merasa sakit hati karena korban diduga berulang kali mengambil buah kelapa sawit yang seharusnya dijaga bersama. Persoalan tersebut kemudian berkembang hingga muncul dugaan rencana untuk menghabisi korban. Kedua terduga pelaku diduga menunggu korban di area perladangan. 

Saat korban melintas, terjadi penyerangan menggunakan senjata tajam dan senapan angin hingga korban meninggal dunia. Dalam proses penyelidikan dan penyidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Supra 125 tanpa nomor polisi milik korban, pakaian korban, satu pucuk senapan angin beserta kotak pelurunya, dua bilah parang yang diduga milik terduga pelaku, serta satu bilah parang lainnya dan pakaian yang memiliki bercak darah.

 Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K. menegaskan bahwa pengungkapan perkara tersebut merupakan hasil kerja cepat dan sinergis antara Polsek Kuala dan Satreskrim Polres Langkat. 

 “Setiap laporan dan informasi yang berkaitan dengan tindak pidana menjadi perhatian kami. Personel akan bekerja secara profesional untuk mengungkap perkara berdasarkan bukti dan fakta yang ditemukan dalam proses penyidikan,” tegas AKBP Hannry. 

 Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan pribadi dengan cara kekerasan. Perselisihan sekecil apa pun sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan jalur hukum, bukan dengan tindakan main hakim sendiri.

 “Tidak ada persoalan yang dapat dibenarkan diselesaikan dengan kekerasan. Jika terjadi masalah, laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai ketentuan hukum,” katanya.

 Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut guna memastikan seluruh rangkaian kejadian dan peran masing-masing pihak berdasarkan alat bukti yang ada. 

 Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Langkat dalam memberikan kepastian penanganan perkara sekaligus menjaga rasa aman masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Langkat.

 Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Polisi Langkat Garuda Ksatria, yang diinisiasi oleh Kapolres Langkat dengan semangat “Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman.

” Melalui semangat “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai,” Polres Langkat terus berkomitmen menghadirkan sosok Polri yang humanis, responsif, serta dekat dengan masyarakat.(ros)




Binjai | Bandar Meriah News
- Kepolisian Resor (Polres) Binjai menyiapkan personel untuk mengawal  dan mengamankan jalannya pembacaan putusan eksekusi tanah dan bangunan yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri binjai pada Rabu (09/09/2026 pukul 10.00 wib yang dilaksnaakan di Komplek Perumahan Payaroba BTN di Jalan Kentang Raya Timur I Blok L - 16 Lingkungan VIII Kelurahan Payaroba Kecamatan Binjai Timur.


Dalam hal ini  Kapolres Binjai AKBP R BIMO MOERNANDA S. I. K., M. H mengeluarkan surat perintah tugas dengan nomor sprin/1657/IX/PAM.3.3./2026 untuk melaksanakan pengamanan dilokasi dengan dipimpin langsung oleh Waka Polsek Binjai Barat IPTU Suriyono dan didampingi oleh Tim dari Pengadilan yang dipimpin oleh Panitera Pengadilan Negeri Daniel Kemit yang mana pengamanan ini dilakukan guna memastikan proses penegakan hukum berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan Kamtibmas di lapangan.Sebelum diterjunkan ke lokasi objek eksekusi, seluruh Personel terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan pengamanan


 Disini Waka Polsek Binjai Barat menegaskan bahwa kehadiran Personel Kepolisian di lokasi murni untuk menjaga situasi keamanan dan memastikan Juru Sita Pengadilan dapat menjalankan tugasnya sesuai ketetapan sesuai dengan prosedur  hukum . Petugas di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif guna meredam potensi konflik atau penolakan dari pihak termohon.


Berkat koordinasi yang matang dan kesiapan Personel di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan proses pembacaan putusan eksekusi berjalan dengan aman, kondusif, dan terkendali Pihak Polres Binjai juga menyampaikan terima kasih setinggitinginya kepada semua Pihak yang telah bersikap kooperatif selama jalannya kegiatan.(HumasresBinjai/Torong)



Rabu, 09 September 2026

 


Medan | Bandar Meriah News
-  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi inisiatif Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution yang mempertemukan 10 gubernur se-Sumatera untuk menyatukan kekuatan dan gagasan dalam mendorong kemajuan Pulau Sumatera.


Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang digelar di Medan, Sumut. Bobby yang bertindak sebagai moderator atau chair pada pertemuan setingkat gubernur dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, turut mengundang para gubernur se-Sumatera untuk berbagi ide dan berdiskusi mengenai pembangunan serta kemajuan Pulau Sumatera.


"Tadi kita mendengar masukan dari rekan-rekan gubernur, ide-ide di antaranya untuk saling bekerja sama antarprovinsi, kabupaten, kota, karena masing-masing memiliki keunggulan-keunggulan yang bisa saling mengisi," kata Tito usai rapat koordinasi gubernur se-Sumatera dalam rangkaian IMT-GT di Hotel JW Marriott, Medan, Rabu (09/09/2026).


Dalam rapat koordinasi tersebut, para gubernur menyampaikan berbagai usulan dan konsep pembangunan yang dapat dilakukan secara terintegrasi antardaerah. Pemerintah pusat, menurut Tito, memberikan dukungan positif terhadap berbagai gagasan tersebut.


“Ada ide untuk membuat semacam konsep pembangunan terintegrasi kawasan khusus, kawasan atau region Sumatera. Nggak masalah, nanti dalam rangka untuk konsep besar ya, tentang konektivitas, pembangunan ekonomi, tentang pembangunan di bidang misalnya pangan, energi, dan lain-lain. Dan ini menurut pemikiran dari pemerintah pusat, tentu pemerintah pusat mendukung konsep-konsep yang positif, yang bersifat saling mendukung satu sama lain, dalam kerangka NKRI,” kata Tito.


Menurut Tito, Pulau Sumatera memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Ia menyebutkan, sekitar 22 persen populasi Indonesia berada di Pulau Sumatera.


Selain itu, posisi geostrategis Sumatera yang berada di jalur Samudra Hindia dan Selat Malaka, termasuk gugusan kepulauan di sisi barat Sumatera, dinilai memiliki potensi besar untuk menjadikan pelabuhan-pelabuhan di kawasan tersebut sebagai hub yang terhubung langsung dengan berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Afrika.


"Kalau bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan, Sumatera ini di samping bermanfaat bagi Sumatera sendiri, juga akan mendorong pertumbuhan daerah dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional," pungkas Tito.(torong)




Binjai | Bandar Meriah News - Polres Binjai terus menunjukkan keseriusan dan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba), petugas berhasil mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Binjai.

Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial ER (31) dan JSP (33). Keduanya ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda.

Pelaku ER (31) diamankan di Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Sementara itu, pelaku JSP (33) ditangkap di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Dataran Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, pada Jumat (04/09/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Dari hasil penindakan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 3,941 gram, satu buah kotak rokok yang digunakan sebagai tempat penyimpanan sabu, dua unit telepon seluler, satu buah sekop yang terbuat dari pipet plastik, satu buah dompet warna cokelat, dua buah plastik klip, serta satu unit timbangan elektrik.

Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba AKP Ismail Pane, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Polres Binjai dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Polres Binjai tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku peredaran gelap narkoba. Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat, demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif bagi masyarakat,” tegas AKP Ismail Pane.

Saat ini, kedua pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Binjai untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., juga mengimbau seluruh masyarakat agar terus berperan aktif dalam membantu upaya pemberantasan narkoba dengan memberikan informasi kepada pihak Kepolisian melalui Call Center Polri 110.

“Peran serta masyarakat sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. Polres Binjai tetap berkomitmen untuk memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Binjai demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat,” tegas Kapolres Binjai.(Humasresbinjai/torong/Rabu/09/09/2026)



 



Medan | Bandar Meriah News -
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution mendukung penuh upaya Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen S.K.M dalam menangani masalah banjir yang kerap terjadi di seputar Pintu Tol Bandar Selamat, Jalan Letda Sudjono, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bobby Nasution turun langsung ke lokasi rawan banjir tersebut didampingi H. Zulkarnaen dan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap beserta pihak-pihak terkait pada Selasa (09/09/2026).

"Kemarin Pak Gubernur bersedia meninjau langsung lokasi banjir di depan Pintu Tol Bandar Selamat. Alhamdulilah, upaya yang kita perjuangkan selama ini dalam mengatasi masalah banjir di Jalan Letda Sudjono mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Utara," ucap Zulkarnaen kepada Wartawan, Rabu (09/09/2026).

Dikatakan politisi Partai Gerindra itu, pada peninjauan tersebut Bobby Nasution meminta semua pihak, mulai dari Pemko Medan hingga Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut dan pihak-pihak terkait untuk segera bekerjasama menuntaskan masalah banjir di Jalan Letda Sudjono.

"Jadi kemarin sudah langsung ditegaskan Pak Gubernur kalau masalah ini harus segera ditangani oleh Pemko Medan dan pihak terkait dengan dukungan dari Pemprov Sumut," ujarnya.

Dijelaskan Zulkarnaen, hingga saat ini Pemko Medan belum juga melakukan pembebasan lahan pembangunan kolam retensi yang akan digunakan untuk menampung debit air yang akan dialirkan dari kawasan depan Pintu Tol Bandar Selamat.

"Berbagai alasan disampaikan oleh Pemko Medan sehingga pembebasan lahan tersebut belum juga dilakukan sampai saat ini, padahal anggarannya sudah kita siapkan di R-APBD tahun ini. Perlu diketahui, saya sudah mendorong Pemko Medan untuk menuntaskan masalah ini sejak awal tahun (2025) lalu, tetapi memang progresnya berjalan dengan sangat lambat," katanya.

Berkat Dorongan Gubernur Sumatera Utara, sambung Zulkarnaen, Pemko Medan memastikan akan segera melakukan pembebasan lahan kolam retensi yang dimaksud pada tahun ini juga. Selanjutnya, pembangunan kolam retensi tersebut akan langsung dibangun di awal tahun 2027.

"Pembangunan kolam retensi tersebut akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan drainase sepanjang 1,7 km dari Jalan Letda Sudjono di depan Pintu Tol Bandar Selamat hingga lokasi kolam retensi yang dimaksud," ungkapnya.

Zulkarnaen menegaskan, masalah banjir di depan Pintu Tol Bandar Selamat sudah sangat lama dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya, banjir yang terjadi bukan hanya merugikan masyarakat di sekitar kawasan tersebut, tetapi juga menimbulkan aksi kriminalitas yang kerap meresahkan pengguna jalan.

"Pemko Medan melalui Dinas Perkim (PKPCKTR) harus segera melakukan pembebasan lahan. Selanjutnya, Dinas SDABMBK harus segera melakukan pembangunan kolam retensi. Sementara untuk pembangunan drainase yang akan mengalirkan air ke kolam retensi, sebahagian besar akan dilakukan BBPJN, dan sebahagian lagi akan dibangun oleh Pemko Medan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubsu Bobby Nasution, memastikan penanganan banjir di Jalan Letda Sudjono, Kota Medan akan dianggarkan dan dikerjakan pada awal 2027.

Penanganan banjir akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Pemko Medan dan Kementerian PU dengan dukungan Pemprov Sumut. Kepastian itu disampaikan Bobby saat meninjau kawasan Jalan Letda Sujono yang kembali menjadi titik rawan genangan, Selasa (08/09/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bobby berdiskusi dengan Wakil Wali Kota 

Zakiyuddin Harahap, Wakil Wali Kota Medan Zulkarnaen dan pihak Balai Jalan Kementerian PU di bawah jalur Tol Belmera. Bobby mengatakan, Jalan Letda Sujono merupakan jalan nasional sekaligus salah satu akses penting menuju Kota Medan dari berbagai daerah melalui Gerbang Tol Belmera. Karena itu, penanganan banjir di kawasan tersebut membutuhkan pembagian tugas antar lembaga.

“Ini kan ada jalan nasional, karenanya ada pihak Kementerian PU yang ikut. Jadi untuk ini ada pembagian tugas, di mana jalur drainase itu ranahnya Balai Jalan, dan nanti di ujung akan dibangun kolam retensi di bibir sungai,” ujar Bobby.

Menurutnya, pembangunan sistem drainase dan kolam retensi akan mencakup sekitar 1,7 kilometer dari titik jalan yang selama ini terdampak banjir. Bobby memastikan, pembangunan kolam retensi dapat dikebut setelah Pemko Medan melakukan proses pembebasan lahan milik warga.

Pemko Medan sendiri disebut telah mengalokasikan anggaran pembebasan lahan pada tahun ini. “Kami tadi hanya meyakinkan saja, kalau memang dari Pemko Medan belum menganggarkan, biar dari Pemprov. Tetapi dari Pemko menyanggupi (anggarannya). Maka kami minta prosesnya dipercepat, karena desainnya sudah ada,” katanya.

Bobby menargetkan seluruh persiapan tersebut, termasuk pembebasan lahan dapat segera dituntaskan sehingga pembangunan fisik penanganan banjir bisa dimulai pada awal 2027.(torong/fit)


 


Medan | Bandar Meriah News
- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya penguatan ekonomi negara-negara anggota Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32. Menurutnya, penguatan ekonomi kawasan akan memberikan dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.


Dalam pertemuan Chief Ministers’ and Governors’ Forum (CMGF), masing-masing negara menyampaikan masukan, ide, dan gagasan untuk pengembangan program IMT-GT ke depan. Sumut turut memaparkan berbagai potensi yang dimiliki, di antaranya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, pelabuhan, kawasan industri, pertanian, serta berbagai potensi ekonomi lainnya.


“Banyak poin yang kita bahas, ekonomi, akademi, lingkungan dan lainnya, salah satu yang banyak kita bahas adalah ekonomi, di mana kita semua sepakat untuk saling menguatkan dan tetap menjaga lingkungan lewat green dan blue ekonomi,” kata Bobby Nasution usai acara di Hotel JW Marriott, Jalan Putri Hijau Nomor 10, Medan, Rabu (09/09/2026).


Bobby Nasution mengatakan, dalam memperkuat perekonomian anggota IMT-GT, ketiga negara harus memiliki platform yang baik. Dengan demikian, berbagai program, ide, dan inovasi yang disepakati dapat diimplementasikan sehingga memberikan hasil positif bagi pembangunan kawasan.


“Kita butuh dari sekedar rencana, kita butuh platform untuk mewujudkan gagasan menjadi program nyata yang bisa memberikan dampak langsung untuk kawasan ini,” kata Bobby Nasution.


Pimpinan delegasi Malaysia untuk CMGF, Abu Bakar Hamzah, memberikan dukungan terhadap upaya penguatan perekonomian ketiga negara, khususnya negara-negara yang tergabung dalam IMT-GT. Menurutnya, penguatan ekonomi kawasan akan turut memperkuat ketahanan kawasan di tengah dinamika global saat ini.


“Kami mendukung program-program yang telah dipresentasikan masing-masing perwakilan, kita setuju penguatan ekonomi menjadi hal yang penting untuk kita bangun bersama,” kata Abu Bakar Hamzah.


Senada dengan Abu Bakar, pimpinan delegasi Thailand Songklod Sawangowng juga mendukung berbagai gagasan untuk memperkuat kerja sama kawasan IMT-GT.


“Kita perlu memperkuat kolaborasi dan memberikan bentuknya dari apa yang akan kita sepakati nantinya,” kata Songklod.


Pertemuan CMGF IMT-GT tersebut dihadiri Gubernur se-Sumatera, delapan negara bagian Malaysia, dan 14 provinsi di wilayah Selatan Thailand. Hadir pula delegasi dari ketiga negara, perwakilan ASEAN, Kementerian Dalam Negeri, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Sumut.(torong)



 



Padang Lawas Utara| Bandar Meriah News
- Kapolres Padang Lawas Utara AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., memimpin pemeriksaan kendaraan dinas yang digunakan oleh personel Polres Padang Lawas Utara, Rabu (09/09/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Apel Polres Padang Lawas Utara tersebut turut didampingi Wakapolres Padang Lawas Utara, Kabag Log Polres Padang Lawas Utara, serta Kasi Propam Polres Padang Lawas Utara.


Pemeriksaan meliputi kendaraan dinas roda dua, roda empat, dan roda enam. Adapun aspek yang diperiksa antara lain kondisi kendaraan, kelengkapan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), kaca spion, serta dokumen kendaraan.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Padang Lawas Utara menekankan kepada seluruh personel agar kendaraan dinas yang digunakan dalam pelaksanaan tugas selalu memenuhi kelengkapan dan persyaratan yang telah ditentukan. Personel juga diminta untuk merawat dan menjaga kondisi kendaraan agar tetap dalam keadaan baik dan siap digunakan.


Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh kendaraan dinas dalam kondisi layak, lengkap, dan siap digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas serta kegiatan operasional kepolisian.


Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.(Humas Polres Padang Lawas Utara/torong)HUMAS POLRI OBJEKTIF, DIPERCAYA, DAN PARTISIPASI



Selasa, 08 September 2026

 



Medan | Bandar Meriah News -  Komisi II DPRD Medan dorong Dinas Pendidikan (Disdik) untuk menggratiskan ongkos pelajar naik angkutan umum di Kota Medan. Dengan menggratiskan ongkos pelajar dinilai sebagai upaya bentuk dukungan peningkatan mutu pendidikan dengan membantu keluarga prasejahtera.  

"Disdik supaya segera berkordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan untuk menggratiskan ongkos pelajar di Kota Medan," pinta anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah saat rapat evaluasi triwulan bersama Dinas Pendidikan di ruang komisi II gedung dewan, Senin (07/09/2026).

Untuk saat ini sebagai langkah awal kata Afif, 72 unit bus listrik yang beroperasi di Kota Medan supaya menggratiskan ongkos pelajar. "Terutama trayek bus listrik ke Belawan daerah Medan Utara. Sangat dibutuhkan subsidi ongkos pelajar, karena mayoritas warga di sana adalah prasejahtera," sebut Afif Abdillah.

Usulan Afif Abdillah sangat beralasan, sebab 72 unit bus listrik saat ini biaya operasionalnya disubsidi APBD Pemko Medan sekitar Rp 91 Miliar setiap tahunnya. "Kenapa ini tidak dimanfaatkan. Sementara bus listrik beroperasi selalu kosong penumpang tidak diminati warga.," saran Afif.

Sama halnya dengan anggota komisi lainnya DR Lily MBA, menyampaikan kiranya Disdik Medan segera menyikapi usulan untuk bantuan bagi siswa miskin dapat juga melalui ongkos gratis. 

Terkait hal itu, Lily MBA minta Pemko Medan melalui OPD terkait seperti Dishub, Disdik dan bagian tim anggaran keuangan Pemko Medan dapat mensiasati alokasi anggaran untik subsidi bantuan ongkos pelajar.

"Untuk saat ini Pemko Medan diminta dapat merealisasikan ongkos gratis naik bus listrik. Dan kelanjutannya agar berkordinasi dengan pihak Organda soal teknis pelaksanaan subsidi bantuan ongkos gratis bagi pelajar," tandasnya.

Usulan terkait ongkos gratis bagi pelajar dikuatkan lagi oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Modesta Marpaung SKM SKeb yang saaat itu juga selaku pimpinan rapat. 

Menurut Modesta Marpaung, usulan komisi II patut disikapi dan kiranya dapat direalisasikan. "Banyak para orang tua saat ini mengeluhkan biaya ongkos anaknya pergi ke sekolah. Untuk itu sangat pantas jika keluhan itu disikapi Pemko Medan," harapnya.

Sementara itu, menyikapi usulan dewan, Kepala Dinas Pendidilan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution, S.STP., M.AP didampingi para stafnya yang hadir saat rapat  mengatakan, pihaknya akan segera berkordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan.

"Usulan yang bagus, ini akan kami kodinasikan kepada Dinas Perhubungan Medan," ujar Barli. (fit)

Diberdayakan oleh Blogger.